
- Pemprov Banten mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi dalam pembangunan daerah dan pengawasan kebijakan publik saat pelantikan BEM Banten Bersatu.
- Program pendidikan Pemprov Banten, seperti Sekolah Gratis, telah membantu lebih dari 60.000 siswa dan bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.
- BEM Banten Bersatu menegaskan komitmennya untuk mengawasi kebijakan pendidikan dan menyampaikan rekomendasi dari diskusi publik kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi mahasiswa.
Pemprov Banten ngajak mahasiswa untuk jadi partner dalam pembangunan daerah lewat kolaborasi dan pengawasan kebijakan publik.
Pelantikan Pengurus BEM Banten Bersatu
Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 13/06/2026, ajakan ini diungkapkan saat Pelantikan Pengurus BEM Banten Bersatu Periode 2026–2027 yang juga diisi dengan diskusi publik di Gedung Universitas Serang Raya.
Dalam acara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, menyampaikan bahwa mahasiswa punya peran penting sebagai aset bangsa dan agen perubahan dalam menjaga demokrasi.
Dia juga bilang kalau di era digital dan persaingan global, mahasiswa harus lebih dari sekedar jadi pengkritik, mereka juga perlu kasih solusi nyata dan berkontribusi ke masyarakat.
“Forum seperti ini bukan sekadar seremoni pelantikan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga menjadi ruang dialog, ruang intelektual, dan ruang kolaborasi antara mahasiswa dengan pemerintah dalam membangun Provinsi Banten yang semakin maju,” ujar Novriyadi.
Program Pendidikan Pemprov Banten
Di kesempatan yang sama, Novriyadi membeberkan beberapa program Pemprov Banten yang fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan.
Salah satu programnya adalah Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKH swasta yang sudah berjalan sejak Tahun Ajaran 2025–2026.
Program ini udah bermanfaat buat 60.705 siswa di 801 sekolah swasta di seluruh Banten.
“Program ini bukan sekadar membebaskan biaya sekolah, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi Banten yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” katanya.
Selain itu, Pemprov juga memperluas akses pendidikan lewat pengembangan Sekolah Rakyat bagi masyarakat kurang mampu, dengan empat lokasi yang ada di Kota Serang dan dua di Kabupaten Lebak, serta Kota Tangerang Selatan.
Ke depan, Pemprov Banten bakal memperkuat kualitas pendidikan dengan meningkatkan kompetensi guru, pemerataan sarana dan prasarana pendidikan, transformasi digital pembelajaran, perluasan akses beasiswa, hingga penguatan riset dan inovasi.
Konsolidasi Mahasiswa untuk Kebijakan Publik
Sementara itu, Suci Indah Lestari selaku Koordinator Umum Aliansi BEM Banten Bersatu, menekankan pentingnya konsolidasi lintas kampus sebagai kekuatan moral mahasiswa dalam mengawasi kebijakan publik, terutama di pendidikan.
Ia menegaskan bahwa BEM Banten Bersatu akan tetap menjaga independensi dan menjalankan fungsi kontrol sosial yang objektif dan konstruktif.
“Konsolidasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa Banten siap mengambil peran strategis dalam mengawal pendidikan. Kami tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi sebagai kekuatan perubahan yang akan terus mengawal, mengkritisi, dan memberikan solusi terhadap kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Menurut Suci, berbagai gagasan dari diskusi publik akan dirangkai jadi rekomendasi kebijakan dan disampaikan resmi ke Pemprov Banten sebagai kontribusi nyata mahasiswa.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim, jajaran Polda Banten, unsur pemerintah daerah, akademisi, dan perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Banten.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara Pemprov Banten dan mahasiswa ini menunjukkan bahwa mereka berkomitmen untuk saling mendukung dalam pembangunan pendidikan di daerah.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (13/06/2026)