Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Cilegon melakukan pergeseran anggaran makan minum (mamin) untuk membayar Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) 13.

Pergeseran Anggaran Mamin
Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 10/06/2026, nilai pergeseran anggaran mamin untuk TPP 13 bervariasi, tetapi rata-rata sekitar Rp400 juta per OPD.
Salah satu Camat yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa mereka diminta untuk melakukan pergeseran anggaran, dengan anggaran mamin menjadi yang terbesar.
“Yah kami diminta untuk melakukan pergeseran, jadi menggeser anggaran makan minum untuk TPP 13,” jalasnya, Rabu 10 Juni 2026.
Ia menyebutkan total anggaran mamin yang digeser oleh kecamatannya mencapai Rp400 juta, dengan rincian Rp100 juta untuk kecamatan dan sekitar Rp60 juta untuk lima kelurahan.
“Untuk kecamatan digeser hingga Rp100 juta dan kelurahannya Rp60 juta. Total satu OPD kecamatan bisa mencapai rata-rata Rp400 juta,” ucapnya.
Pergeseran untuk Keamanan TPP
Untuk OPD dinas dan badan lainnya juga dilakukan pergeseran, supaya anggaran untuk TPP 13 bisa aman terlebih dahulu.
“Jadi harusnya acara sosialisasi itu ada mamin-nya itu digeser dulu. Jadi disimpan karena ditakutkan nanti pendapatan tidak tercapai di akhir tahun,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pencarian TPP diperkirakan akan dilakukan pada pekan depan, sementara gaji 13 akan cair pada Kamis 11 Juni 2026.
“Untuk TPP saja pergeseran karena kalau gaji itu dari pusat anggarannya. TPP itu kan dari PAD,” tegasnya.
Ia lebih memilih pergeseran daripada realisasi program karena TPP saat sekolah jadi sangat penting.
“Sangat butuh karena ada anak masuk kuliah dan sekolah. Kalau program pasti lama karena butuh proses dan lainnya,” ucapnya.
Konfirmasi TPP 13
Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengaku tidak mengetahui rincian anggaran untuk TPP, tetapi memastikan TPP 13 akan diberikan secara penuh.
“Untuk jumlahnya tanyakan ke BPKPAD. Tapi besarannya itu 100 persen. Insya Allah pekan depan sudah cair,” ungkapnya.
Aziz juga menjelaskan bahwa dokumen TPP sudah ditandatangani oleh Walikota Cilegon, Robinsar.
“Saya lihat sendiri sudah ditandatangani Pak Wali,” ucapnya.
Sebelumnya, Robinsar menyatakan bahwa anggaran di kas dan budget masih cukup untuk memberikan TPP dan gaji ke-13.
“Cukup kalau bicara kas dan budget sih cukup, tapi kita bicara anggaran yang lebih prioritas,” ujarnya.
Robinsar menambahkan bahwa mereka akan menghitung kembali apakah TPP akan diberikan utuh atau kurang agar tidak mengganggu program prioritas lainnya.
“Nanti itu akan kita hitung. jangan sampai mengganggu program lainnya,” ucapnya.
Dengan semua ini, jelas bahwa Pemkot Cilegon berusaha memastikan TPP 13 tetap berjalan meski dengan pergeseran anggaran.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenraya.com (10/06/2026)