
- Pemerintah Kota Cilegon meraih peringkat kedua dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dirilis KPK, menunjukkan kemajuan dalam pencegahan korupsi.
- Sekda Cilegon, Ahmad Aziz, menekankan pentingnya perbaikan nyata di lapangan untuk meningkatkan transparansi dan pelayanan publik.
- Pemkot Cilegon akan fokus pada digitalisasi layanan, pengawasan internal, dan pengelolaan SDM untuk menjaga integritas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Cilegon baru saja meraih prestasi yang membanggakan dengan menempati peringkat kedua dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dirilis oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Prestasi ini menjadi salah satu momen penting untuk mengevaluasi tata kelola pemerintahan, terutama dalam upaya pencegahan korupsi dan peningkatan pelayanan publik, seperti yang dilaporkan oleh bantenesia.co.
Pencapaian Peringkat Kedua dalam Survei Penilaian Integritas oleh KPK
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, mengungkapkan bahwa hasil survei tersebut mencerminkan adanya kemajuan dalam sistem pencegahan korupsi di lingkungan birokrasi daerah.
Aziz menegaskan bahwa prestasi ini harus diimbangi dengan perbaikan nyata di lapangan untuk memberikan dampak yang signifikan.
Strategi Penguatan Meritokrasi dan Pengelolaan Aset untuk Meningkatkan Integritas
Aziz menyatakan, "Capaian ini merupakan indikator bahwa sistem pencegahan korupsi yang dibangun harus terus berjalan dan berdampak langsung pada transparansi tata kelola pemerintahan."
Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan skor SPI tahun ini didorong oleh tiga fokus utama, yaitu digitalisasi pengadaan barang dan jasa, penguatan pengawasan internal, serta penyederhanaan dan digitalisasi layanan publik untuk mengurangi potensi pungutan liar.
KPK turut memberikan catatan strategis bagi Pemkot Cilegon, antara lain terkait manajemen SDM dan promosi jabatan yang harus berlangsung secara objektif dan transparan.
Pemkot Cilegon berencana untuk memperkuat kapasitas internal dengan mengoptimalkan fungsi pengawasan dan mengintegrasikan data keuangan dalam satu dashboard berbasis teknologi.
Diharapkan, langkah-langkah ini tidak hanya menjaga posisi Pemkot Cilegon di tingkat regional, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat dapat merasakan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
Sumber: bantenesia.co (30/10/2026)