Cilegon Revisi RTRW, Wali Kota Tegaskan Jangan Abaikan Kesehatan dan Lingkungan dalam Pembangunan Kota Industri

📌 Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Cilegon sedang merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk periode 2020–2040, dengan fokus pada pertumbuhan industri yang seimbang dengan kesehatan masyarakat dan lingkungan.
  • Wali Kota Cilegon, Robinsar, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam penyusunan RTRW agar dapat mengakomodasi kepentingan pembangunan dan keselamatan masyarakat.
  • Pentingnya penanganan kebencanaan dan infrastruktur pendukung, seperti sistem drainase, juga menjadi perhatian utama dalam revisi RTRW untuk mencegah dampak negatif dari pertumbuhan industri.

Pemerintah Kota Cilegon lagi-lagi memperbarui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk periode 2020–2040.

Revisi RTRW yang Diharapkan

Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 10/09/2026, Wali Kota Cilegon Robinsar menekankan pentingnya memastikan pertumbuhan industri dan investasi tidak mengorbankan kesehatan dan keselamatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan.

Dia mengungkapkan pesan ini saat membuka Forum Konsultasi Publik Tahap I untuk penyusunan revisi RTRW di Hotel Aston Cilegon.

Forum ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah dan instansi, akademisi, asosiasi profesi, pelaku usaha, hingga unsur lain yang punya andil dalam pembangunan dan penataan ruang di Cilegon.

Robinsar menegaskan kalau revisi RTRW harus jadi ruang kolaboratif untuk menentukan arah pembangunan Cilegon dalam jangka panjang.

Menurut dia, dokumen tata ruang harus bisa mengakomodasi kepentingan pembangunan, sambil tetap memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas.

“Kita berkumpul, berdiskusi, berdialog untuk memantapkan dan memastikan tata ruang Kota Cilegon untuk 5, 10, sampai 20 tahun yang akan datang. Tentunya ini membutuhkan pemikiran dan kontribusi semua pihak agar tata ruang juga bisa mengakomodasi kepentingan, tetapi tetap mengutamakan kepentingan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat Kota Cilegon,” ujar Robinsar.

Industri Harus Bertanggung Jawab

Cilegon, sebagai kota industri dan kawasan investasi strategis, diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, Robinsar menekankan pertumbuhan ini harus diimbangi dengan tata ruang yang bisa mengatasi dampak lingkungan.

“Percuma Kota Cilegon banyak industrinya, tetapi kalau kotanya tidak sehat, tidak baik, tidak layak untuk masyarakat. Saya rasa itu yang paling utama,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan agar setiap potensi ruang baru direncanakan dengan matang.

“Semua itu butuh diakomodasi, semua itu juga butuh didata, dibuat wacana yang jelas agar adanya industri ke depan juga tidak berdampak terhadap lingkungan,” katanya.

Pentingnya Penanganan Kebencanaan

Robinsar juga menganggap persoalan kebencanaan harus jadi perhatian utama dalam revisi RTRW.

Dia menyebut banjir yang melanda beberapa wilayah Cilegon di awal tahun sebagai pelajaran berharga untuk merancang pembangunan ke depan.

“Awal tahun kemarin sama-sama kita ketahui bagaimana banjir besar datang. Beberapa titik Cilegon juga tergenang. Itu cukup kita jadikan pelajaran agar revisi tata ruang ke depan betul-betul bisa memastikan bahwa dengan banyaknya bangunan, industri, dan perumahan ke depan, aspek kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Robinsar juga menekankan pentingnya merancang infrastruktur pendukung secara jelas, termasuk sistem drainase, sejak awal.

“Tidak ada lagi ke depan bicara banjir yang tidak ada salurannya. Semuanya harus jelas. Di sinilah tempatnya, di sinilah wadahnya. Kita bersama-sama rembukkan, bertukar pikiran, berdialog agar muncul pemikiran, gagasan, dan output yang jelas,” kata Robinsar.

Dia juga mendorong penguatan konsep industri hijau dalam arah pembangunan Cilegon.

Robinsar percaya kalau pertumbuhan industri dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tapi dampak negatif yang muncul harus diminimalkan melalui kebijakan yang tepat.

“Kita yakin ketika industri tumbuh, ekonomi tumbuh, kesejahteraan tumbuh. Tetapi ada sisi negatifnya. Yang negatif itulah yang kita sama-sama lihat, kita pastikan, dan kita minima...”

Secara keseluruhan, Cilegon sedang berusaha merumuskan tata ruang yang ideal agar pertumbuhan industri dan investasi tetap menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: rubrikbanten.com (10/09/2026)
Featured Image
Berita

Judul Artikel