
- Wakil Ketua II DPRD Cilegon, Masduki, mengkritik hilangnya program pelatihan keamanan dari anggaran 2026, padahal program ini sukses di tahun 2025.
- Masduki menilai penghapusan program ini menunjukkan kurangnya pemahaman BLK terhadap kebutuhan pencari kerja di Cilegon, terutama menjelang perkembangan industri baru.
- Dia mendesak Wali Kota untuk mengevaluasi kinerja Kepala BLK agar program pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan dapat mengurangi pengangguran.
Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, Masduki, baru-baru ini menyampaikan kritik keras terhadap kinerja pimpinan Balai Latihan Kerja (BLK) setelah program pelatihan keamanan yang penting bagi masyarakat hilang dari daftar anggaran tahun 2026.
Kritik terhadap BLK
Melansir pemberitaan dari bantenesia.co pada 06/08/2026, Masduki menyoroti bahwa program pelatihan ini sebelumnya sukses dan terserap dengan baik pada tahun 2025.
Masduki Tanyakan Alasan Hilangnya Program
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai hilangnya program krusial ini menunjukkan ketidakmampuan BLK dalam memahami kebutuhan nyata para pencari kerja di Cilegon.
“Pak Wali Kota perlu mengevaluasi kinerja pegawai seperti ini. Anggaran tersedia di 2025 dan sudah berjalan dengan baik, kenapa di reguler 2026 program ini malah hilang?” ujar Masduki.
Dampak bagi Pencari Kerja
Masduki juga mengungkapkan rasa kecewanya karena sertifikasi pengamanan adalah jalur utama bagi warga lokal yang ingin bekerja di kawasan industri Cilegon.
Apalagi dengan perkembangan pabrik-pabrik baru seperti CAA, Wankai, dan Terminal LNG yang akan hadir ke depan.
Menurut Masduki, dengan adanya anggaran dan minat masyarakat yang tinggi pada tahun 2025, penghapusan program di tahun berikutnya justru merugikan upaya penanggulangan pengangguran.
“Persyaratan mutlak untuk masuk menjadi security salah satunya memiliki sertifikat pelatihan. Ketika anggaran dan kebutuhan ada di 2025 dan berjalan baik, kenapa di 2026 program ini malah hilang? Ini bentuk nyata lemahnya analisis jajaran BLK terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Desakan untuk Evaluasi
Menyikapi situasi ini, Masduki mendesak Wali Kota Cilegon untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala BLK agar program pelatihan kerja ke depan bisa lebih sesuai dengan dinamika pasar kerja lokal.
Hal ini diharapkan agar anggaran daerah bisa memberikan dampak yang optimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenesia.co (06/08/2026)