Ketua DPRD Cilegon Dorong Transformasi Masjid Jadi Pusat Peradaban, Tak Sekedar Tempat Ibadah


Ketua DPRD Kota Cilegon, Rizki Khairul Ichwan, menekankan pentingnya masjid sebagai pusat peradaban umat dalam Rapat Kerja (Raker) Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Nurul Ikhlas untuk periode 2026–2029.

Momentum Rapat Kerja

Rapat kerja yang berlangsung dalam dua sesi pada 4 dan 21 April 2026 ini menjadi titik krusial untuk merancang pengembangan Masjid Agung Nurul Ikhlas di Kota Cilegon ke depan.

Masjid sebagai Pusat Kehidupan

Dalam sambutannya, Rizki Khairul Ichwan menegaskan bahwa masjid seharusnya tidak hanya dilihat sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat kehidupan umat secara menyeluruh. “Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah saja. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, masjid memiliki tiga fungsi utama,” ujarnya pada Sabtu (4/4/2026).

Ia menjelaskan, fungsi pertama adalah sebagai pusat ibadah yang memperkuat spiritual umat melalui salat berjamaah, kedua sebagai pusat pendidikan dan diskusi yang mencerahkan masyarakat melalui kajian keilmuan, dan ketiga sebagai pusat sosial dan ekonomi yang memberi solusi serta pemberdayaan bagi jamaah.

Peran Strategis Masjid Agung Nurul Ikhlas

Menurut Rizki, Masjid Agung Nurul Ikhlas bersama dengan Islamic Center Cilegon memiliki posisi yang sangat strategis dalam mewujudkan visi ini. “Atas nama pribadi, saya mengucapkan selamat dan sukses atas pelaksanaan raker ini. Semoga program yang dirumuskan mampu meningkatkan iman dan takwa serta membawa keberkahan bagi masyarakat,” tambahnya.

Menjaga Nilai-Nilai Historis

Lebih lanjut, Rizki menyinggung pentingnya mempertahankan ikatan historis antara tokoh agama, masyarakat, dan pembangunan Kota Cilegon yang telah terjalin sejak lama. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat terus dipelihara dan diperkuat melalui program-program masjid yang nyata dan memberikan dampak positif.

Harapan untuk Raker DKM

Sementara itu, Ketua DKM KH Ahmad Slamet menegaskan bahwa raker ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan masjid benar-benar hidup dan memberikan manfaat bagi umat. 

Raker DKM ini diharapkan dapat menghasilkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga fokus pada pembinaan, perawatan, dan pemberdayaan jamaah secara berkelanjutan.

Dengan adanya kolaborasi antara pengurus masjid, pemerintah, dan masyarakat, Masjid Agung Nurul Ikhlas diharapkan dapat menjadi pusat ibadah, ilmu, dan peradaban yang nyata di Kota Cilegon.



Sumber: rubrikbanten.com (04/04/2026)
Produk Sponsor