
- Hidayatullah dari DPRD Cilegon mendorong inovasi di Dinas Ketenagakerjaan untuk mengurangi angka pengangguran di daerah industri.
- Dia menekankan pentingnya penerapan dual sistem rekrutmen, yaitu Link and Match serta Match and Link, untuk memberi kesempatan kerja lebih banyak kepada pencari kerja lokal.
- Hidayatullah juga mengusulkan agar sektor informal dan UMKM diberdayakan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja baru.
Anggota Komisi II DPRD Cilegon, Hidayatullah, mengungkapkan kebutuhan untuk menghadirkan inovasi dalam Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) guna menekan angka pengangguran.
Permintaan untuk Terobosan Baru
Melansir pemberitaan dari bantennews.co.id pada 09/07/2026, Hidayatullah meminta agar industri tidak menjadikan konsep Link and Match sebagai syarat mutlak dalam perekrutan tenaga kerja.
Dia menjelaskan bahwa tidak semua posisi kerja di kawasan industri membutuhkan tenaga kerja yang sudah memiliki keterampilan penuh.
"Link and Match itu memang baik, tapi ada pekerjaan di industri pada bagian tertentu yang bisa merekrut pekerja lebih dulu. Perusahaan bisa meningkatkan kemampuan mereka melalui training," kata Hidayatullah, Senin (6/7/2026) lalu.
Anomali Pengangguran di Cilegon
Hidayatullah menganggap tingginya angka pengangguran di Kota Cilegon, yang merupakan daerah industri, sebagai sebuah anomali.
Dia mendesak Pemerintah Kota Cilegon untuk menyusun kebijakan yang lebih berpihak kepada pencari kerja lokal.
Hidayatullah mengusulkan konsep Match and Link, yang memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat terlebih dahulu, lalu meningkatkan keterampilan mereka setelah mulai bekerja.
"Skill jangan menjadi harga mati. Berdayakan dulu tenaga kerja yang ada, lalu tingkatkan kemampuan mereka sambil bekerja," ujarnya.
Dual System dalam Rekrutmen
Dia juga menekankan bahwa Disnaker dan industri perlu menerapkan dua skema sekaligus.
Selain mempertahankan konsep Link and Match, pemerintah juga harus mendorong Match and Link agar lebih banyak warga bisa mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dunia kerja.
"Harus ada dual system. Link and Match tetap berjalan, tetapi Match and Link juga harus diterapkan karena pengaduan soal tenaga kerja sangat banyak. Saya berharap langkah ini bisa mengurangi angka pengangguran," tegasnya.
Hidayatullah meminta Disnaker untuk lebih aktif dalam menggali sektor lain yang bisa menyerap tenaga kerja.
Dia menilai bahwa sektor informal, terutama UMKM, memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja baru.
Oleh karena itu, dia berharap seluruh organisasi perangkat daerah bisa memperkuat kolaborasi dan membangun komunikasi yang lebih efektif dengan dunia usaha.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantennews.co.id (09/07/2026)