
- Pemerintah Kota Cilegon meluncurkan Gerakan Tanam Cabai (GERTAM) untuk mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan.
- Setiap ASN di Cilegon diwajibkan menanam minimal 15 polybag cabai di rumah dan melibatkan masyarakat dalam program ini.
- Gerakan ini juga dipromosikan melalui media sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bercocok tanam dan menjaga stabilitas harga pangan.
Pemerintah Kota Cilegon mulai menggerakkan Gerakan Tanam (GERTAM) Cabai sebagai langkah untuk mengendalikan inflasi akibat fluktuasi harga cabai.
Inisiatif Gerakan Tanam
Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 07/07/2026, langkah ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 900/1733/DKPP yang mengajak ASN, camat, lurah, dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan menanam cabai.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menyampaikan bahwa gerakan ini adalah upaya nyata untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga.
“Gerakan Tanam Cabai ini bukan hanya sekadar program menanam, tetapi merupakan bentuk partisipasi bersama dalam menjaga stabilitas harga pangan. Kami mengajak seluruh ASN menjadi contoh dengan menanam cabai di lingkungan rumah masing-masing, kemudian mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya usai rapat Evaluasi Program Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Wajib Tanam di Rumah Masing-Masing
Berdasarkan surat edaran tersebut, setiap ASN di Cilegon diwajibkan menanam minimal 15 polybag cabai di rumah masing-masing.
Seluruh perangkat daerah juga diminta untuk memantau pelaksanaan program ini.
Camat dan lurah diharapkan bersinergi dengan RT/RW dan tokoh masyarakat untuk mengajak warga memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Dinas Pendidikan juga diimbau untuk mengajak sekolah-sekolah membudidayakan cabai di lingkungan sekolah.
Dorong Kampanye Melalui Media Sosial
ASN juga didorong untuk mengampanyekan Gerakan Tanam Cabai lewat media sosial demi meningkatkan partisipasi masyarakat.
Aziz menegaskan bahwa pengendalian inflasi adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kerjasama semua elemen masyarakat.
“Ketahanan pangan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Jika setiap rumah mampu memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan cabai dan tanaman pangan lainnya, maka secara bertahap kita dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar sekaligus membantu menjaga stabilitas harga,” katanya.
Melalui Gerakan Tanam (GERTAM) Cabai, Pemerintah Kota Cilegon berharap bisa tumbuh budaya bercocok tanam yang dapat meningkatkan kemandirian pangan dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (07/07/2026)