Nafisha Zachra Mahasiswi Asal Cilegon Ambil Bagian dalam Forum Internasional Antikorupsi

Mahasiswi asal Kota Cilegon, Nafisha Zachra, berkesempatan mengikuti Gender and Anti-Corruption Workshop 2026, sebuah forum yang membahas isu kesetaraan gender, integritas, dan upaya pemberantasan korupsi dalam perspektif global.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Australian Federal Police (AFP) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. 

Forum ini menjadi wadah diskusi dan pertukaran wawasan bagi para peserta untuk memahami keterkaitan antara isu gender dan pemberantasan korupsi.

Perkuat Pemahaman tentang Integritas dan Antikorupsi


Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan penguatan integritas, tata kelola yang transparan, serta pentingnya perspektif gender dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.

"Seneng banget sih, saya dapet wawasan mengenai pentingnya membangun budaya integritas, memperkuat peran perempuan dalam pencegahan korupsi, dan pastinya memperluas jejaring dengan peserta dari berbagai latar belakang," ungkapnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi peserta untuk membangun jejaring dan bertukar pengalaman dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu antikorupsi dan kesetaraan gender.

Terima Sertifikat Partisipasi

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, KPK, Jl. Rasuna Said Jakarta Selatan, pada hari Jumat, 3 Juli 2026.

Atas keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut, Nafisha menerima Certificate of Attendance yang diberikan kepada peserta workshop sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi selama kegiatan berlangsung.


Sertifikat tersebut ditandatangani oleh Marina Simoncini selaku Manager Global Strategy Australian Federal Police.

Harapan dan Keterlibatan Generasi Muda di Forum Internasional

Keikutsertaan Nafisha dalam forum berskala internasional ini menjadi salah satu contoh keterlibatan generasi muda daerah dalam isu-isu global yang berkaitan dengan integritas, tata kelola pemerintahan, dan pembangunan masyarakat yang lebih transparan.

Nafisha pun mengungkapkan harapannya, "Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi untuk menciptakan masyarakat yang berintegritas dan menunjukkan bahwa anak muda Cilegon memiliki potensi untuk tampil di panggung global," tutupnya.

Menggarisbawahi bahwa kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong partisipasi generasi muda dalam berbagai kegiatan edukatif dan pengembangan kapasitas di tingkat regional, nasional maupun internasional. Dan pada akhirnya dapat mewujudkan Indonesia yang lebih bersih, adil, dan bebas dari korupsi melalui kolaborasi internasional.