Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Dinkes Cilegon Gelar Edukasi Deteksi HIV di Perusahaan dan Lapas

Upaya Penanganan HIV

Dinas Kesehatan Kota Cilegon terus meningkatkan usaha pencegahan dan penanganan HIV dengan melakukan edukasi masif serta pemeriksaan kesehatan terpadu. Program ini menyasar berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar, pekerja, hingga narapidana di lembaga pemasyarakatan.

Pendekatan Edukatif dan Medis

Kepala Dinas Kesehatan Cilegon, drg Ratih Purnamasari, menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan tidak hanya bersifat medis, tetapi juga edukatif guna menghapus stigma yang ada di masyarakat. “Dulu kita fokus ke anak sekolah dan masyarakat umum melalui penyuluhan. Sekarang kita perluas, termasuk kampanye di perusahaan agar pemahaman tentang HIV semakin baik dan tidak ada stigma dari lingkungan,” ujarnya dalam konfirmasi pada Minggu (5/4/2026).

Ratih menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara terintegrasi dengan program kesehatan lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan gabungan yang langsung menyasar kelompok masyarakat di lokasi yang dituju.

Penyuluhan Sebelum Pemeriksaan

Dinas Kesehatan juga melaksanakan program penjangkauan aktif melalui layanan mobile. Sebelum melakukan pemeriksaan, tim dari Dinkes memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah sasaran. “Kita lakukan penyuluhan dulu, baru pemeriksaan di tempat. Jadi masyarakat paham dulu, baru mau diperiksa,” jelasnya.

Kerja sama lintas sektor juga diperkuat, termasuk dengan berbagai pihak swasta dan komunitas untuk menjangkau populasi kunci yang berisiko tinggi.

Peningkatan Layanan Kesehatan

Saat ini, terdapat enam rumah sakit di Cilegon yang melayani penanganan HIV, peningkatan signifikan dibandingkan dengan awal program yang hanya melibatkan dua rumah sakit. 

Ratih menekankan bahwa peningkatan jumlah kasus yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya disebabkan oleh lonjakan penularan, melainkan karena semakin luasnya fasilitas dan akses pemeriksaan. “Bukan berarti kasusnya naik, tapi karena fasilitas kita sudah lebih banyak dan masyarakat lebih berani memeriksakan diri,” katanya.

Pemeriksaan di Lembaga Pemasyarakatan

Program ini juga mencakup lembaga pemasyarakatan (lapas), dengan pemeriksaan rutin yang dilaksanakan setiap tahun. 

Setiap tahunnya, sedikitnya 150 warga binaan yang belum pernah diperiksa menjadi target skrining. “Di lapas kita lakukan pemeriksaan HIV dan TB secara rutin. Ini penting karena ada potensi risiko penularan yang perlu diantisipasi,” tambahnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Dinas Kesehatan Cilegon menargetkan pencapaian deteksi dan penanganan HIV sesuai dengan standar nasional, sekaligus berupaya menekan stigma dan diskriminasi di masyarakat.



Sumber: rubrikbanten.com (04/04/2026)
Produk Sponsor