Sepak Bola Cilegon Menurun Dibandingkan Masa Lalu
Dedi Rinaldi, seorang pengamat sepak bola nasional, mengungkapkan bahwa perkembangan sepak bola di Cilegon pada masa lalu sangat didorong oleh dukungan dari industri, sehingga lebih maju dibandingkan dengan kondisi saat ini.
Dukungan Industri yang Hilang
Menurut Dedi, dukungan yang diberikan oleh industri terhadap sepak bola, yang merupakan salah satu cabang olahraga yang paling digemari masyarakat, dulunya berfungsi sebagai sarana pencitraan. "Kalau dulu perusahaan-perusahaan mengadakan fasilitas sepak bola, dan itu bagus-bagus, sehingga anak-anak Cilegon itu termotivasi, termasuk adanya tayangan sepak bola di TVRI, kontribusi industri juga luar biasa, karena mereka kan butuh pencitraan kan," jelasnya saat bertemu dalam acara Reuni SMAN Cilegon angkatan 1983 – 1986, pada Sabtu (04/04/2026).
Kondisi Terkini Sepak Bola di Cilegon
Saat ini, di Provinsi Banten, klub Persita Tangerang dari kota Tangerang masih bertahan di Liga Satu, sementara klub Persic dari Cilegon terjebak di Liga Empat Banten, berjuang untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Dedi menyatakan bahwa meskipun Cilegon merupakan salah satu kota kaya di Indonesia dengan banyak industri besar, baik industri maupun pemerintah saat ini tidak menjadikan sepak bola sebagai prioritas untuk pencitraan atau alat politik.
Pentingnya Pencitraan dalam Sepak Bola
"Sepak bola itu bisa jadi pencitraan sebuah Pemda, seperti Pemda Bandung mereka mau mengeluarkan uang karena hasilnya ada, sementara bagi Cilegon itu kaya nya Walikota masih belum melihat sepak bola sebagai alat politik. Politik itu bukan hal yang negatif, dia juga bisa memajukan, sekarang tinggal kepentingannya saja," ungkap Dedi.
Saran untuk Memajukan Sepak Bola Cilegon
Sebagai alumni SMAN Cilegon angkatan 1986, Dedi memberikan saran kepada pemerintah daerah Cilegon agar dapat memajukan persepakbolaan di kota baja tersebut. "Jadikan sepak bola sebagai alat pencitraan, itu statmen nya," tutup Dedi Rinaldi.
Sumber: krakataumedia.com (04/04/2026)