Dinas Koperasi & UMK Cilegon Resmi Buka 5 Gerai Koperasi Merah Putih, Siap Memperkuat Ekonomi Lokal

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang juga dikenal sebagai Koperasi Merah Putih, di Kota Cilegon telah resmi diluncurkan. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat ekonomi lokal.

Keterlibatan Berbagai Pihak

Selama setahun terakhir, sejumlah pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI dan Polri, turut berperan dalam mendukung keberhasilan program nasional ini. Di Cilegon, sebanyak 43 Koperasi Merah Putih telah didirikan di seluruh kelurahan yang ada, meskipun baru lima di antaranya yang memiliki gerai sendiri.

Pernyataan dari Dinas Koperasi dan UMK

Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, Atikoh, mengungkapkan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih telah dilakukan di 43 kelurahan. “26 koperasi sudah beroperasi, dan 17 unit masih tahap persiapan operasi,” jelasnya kepada bantenraya.com pada Rabu, 1 April 2026.

Saat ini, lima Koperasi Merah Putih telah memiliki gerai yang berlokasi di Tegal Ratu, Jombang Wetan, Kalitimbang, Kebonsari, dan Cikerai. Menurut Ikoh, gerai tersebut dibangun di atas lahan pemerintah dan BUMN. “Yang belum punya gerai ada yang numpang di gedung pemerintahan, ada yang ketua koperasinya sukarela tempatnya dipakai untuk operasional,” tambahnya.

Besaran Simpanan Pokok dan Bulanan

Ikoh juga menekankan bahwa semua Koperasi Merah Putih diharapkan dapat memiliki gerai sendiri ke depannya. Ia pun menambahkan sumber dana untuk pembangunan gerai tersebut, “Dana pembangunan dari pemerintah pusat semua melalui BUMN Agrinas,” ungkapnya.

Operasional Koperasi Merah Putih sebagian besar bergerak dalam bisnis jual beli bahan pokok. “Di Koperasi Merah Putih juga ada simpanan pokok dan simpanan wajib, serta di Kota Cilegon ada bantuan dari BPRSCM. Simpanan pokok dibayar saat awal bergabung Rp100 ribu dan simpanan wajib Rp5 ribu per bulan,” ceritanya. Beberapa koperasi juga menjual produk selain bahan pokok, tergantung pada kreativitas pengurusnya.

“Rata-rata jualnya bahan pokok seperti tabung gas, minyak dan beras,” tutupnya.



Sumber: bantenraya.com (02/04/2026)
Produk Sponsor