Sholawat Bergema di Gelaran Padang Wulan Cilegon, Sambut Lailatul Qadar dalam Suasana Khidmat

Kegiatan Padang Wulan ke-2 yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Kebudayaan (FORWARD) Kota Cilegon pada Sabtu, 14 Maret 2026, dipenuhi dengan gema shalawat, bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Tema Lailatul Qadar dan Ruang Refleksi

Dengan tema “Lailatul Qadar Sebagai Peristiwa Spiritual dan Sosial,” acara ini menjadi wadah refleksi sekaligus silaturahmi antara para pegiat budaya, wartawan, dan pemerintah daerah di Kota Cilegon. 

Kegiatan berlangsung dalam suasana khusyu, di mana peserta bersama-sama melantunkan shalawat yang turut dimeriahkan oleh Aliansi Majelis Shalawat Cilegon (ALMAS) dengan sejumlah majelis yang hadir untuk bershalawat bersama.

Menjaga Tradisi Shalawat

Ramdhan, Ketua Aliansi Majelis Shalawat Cilegon, menegaskan bahwa partisipasi ALMAS dalam acara tersebut merupakan upaya untuk melestarikan tradisi shalawat di masyarakat. “Shalawat bukan hanya bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Kami mengapresiasi kegiatan Padang Wulan yang menghadirkan ruang spiritual seperti ini,” ujarnya.

Memperkuat Silaturahmi Antar Majelis

Koordinator ALMAS, Khoirul Rahman, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat silaturahmi antar-majelis shalawat di Cilegon. “Melalui kegiatan seperti ini, majelis-majelis shalawat bisa saling bertemu, bersilaturahmi, dan bersama-sama menghidupkan tradisi bershalawat di tengah masyarakat,” katanya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Wali Kota Cilegon Robinsar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Heni Anita Susila, serta Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon Ayatullah Khumaeni.

Ruang Dialog Budaya

Ketua FORWARD Kota Cilegon, Rizal Baihaqi, menjelaskan bahwa Padang Wulan merupakan inisiatif untuk menciptakan ruang pertemuan antara wartawan, budayawan, dan masyarakat yang peduli terhadap pengembangan kebudayaan. “Padang Wulan ini kami hadirkan sebagai ruang dialog budaya yang terbuka. Di sini wartawan, budayawan, dan masyarakat bisa bertemu untuk membicarakan nilai-nilai kebudayaan yang menjadi identitas daerah,” ujar Rizal.

Makna Lailatul Qadar

Rizal juga menyoroti pemilihan tema Lailatul Qadar yang memiliki makna mendalam. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya berkaitan dengan dimensi spiritual dalam Islam, tetapi juga memiliki nilai sosial yang penting. “Lailatul Qadar mengajarkan tentang keheningan, refleksi, dan perubahan diri. Nilai-nilai itu sebenarnya sangat relevan dalam kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Harapan untuk Keberlanjutan Tradisi

Ia berharap acara Padang Wulan dapat terus menjadi tradisi yang hidup di Kota Cilegon dan berfungsi sebagai ruang pembelajaran tentang budaya dan spiritualitas. “Kami berharap Padang Wulan bisa terus menjadi tradisi yang hidup di Cilegon. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai ruang pembelajaran bersama tentang budaya dan spiritualitas,” tambahnya.

Apresiasi dari Wali Kota Cilegon

Wali Kota Cilegon Robinsar juga memberikan dukungan terhadap kegiatan yang digagas FORWARD, menganggapnya mampu menyatukan nilai-nilai budaya dan keagamaan dalam satu forum. 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan contoh bagaimana kebudayaan dapat diintegrasikan dengan aspek spiritual dan sosial dalam masyarakat.


Sumber: krakataumedia.com (15/03/2026)
Produk Sponsor