Respon Wali Kota Terhadap Judul Berita Media Lokal
Respons jenaka ini muncul di saat Instagram @bantennews.co.id yang menulis judul berita : Akui Tidak Mampu Tangani Banjir, Pemkot Cilegon Gandeng Akademisi ITB
Konteks Dibalik Reaksi Wali Kota
Meski ditanggapi dengan nada bercanda oleh sang pemimpin daerah, konteks di balik berita tersebut sebenarnya sangat krusial bagi warga.
Dalam beberapa pekan terakhir, hujan deras telah menyebabkan dampak signifikan di tiga kecamatan utama, yaitu Ciwandan, Cibeber, dan Jombang.
Komentar Robinsar seolah menyiratkan kesadarannya atas bagaimana narasi media dikemas untuk "menjual" dan memikat pembaca.
Namun di sisi lain, hal ini menunjukkan sisi humanis seorang kepala daerah dalam memantau isu sensitif yang sedang dihadapi masyarakatnya secara langsung di ruang digital.
Aziz Akui Keterbatasan dan Gandeng Pakar ITB
Sementara itu, pemberitaan di balik unggahan media sosial tersebut, memaparkan langkah serius yang tengah diambil oleh jajaran Pemkot Cilegon.
Dalam rapat koordinasi penanggulangan banjir yang digelar di Aula Setda Cilegon pada Rabu (14/1/2026), Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, secara terbuka mengakui adanya keterbatasan internal.
Ia menegaskan bahwa untuk menyelesaikan masalah banjir yang semakin kompleks, Pemkot tidak bisa lagi hanya mengandalkan insting atau pengalaman lapangan semata. “Untuk menyelesaikan atau menanggulangi banjir di Cilegon ini tidak bisa hanya kita-kita saja yang pengetahuannya terhadap banjir itu terbatas,” ujar Aziz.
Selama ini, upaya yang dilakukan cenderung hanya berdasarkan asumsi umum, seperti melihat curah hujan yang tinggi, kerusakan di wilayah hulu, penyempitan drainase, hingga masalah sedimentasi di gorong-gorong.
Namun, tantangan teknis seperti aliran menuju laut yang sempit memerlukan perhitungan yang lebih presisi. Oleh karena itu, kolaborasi dengan akademisi ITB menjadi pilihan strategis untuk merumuskan solusi berbasis keilmuan yang lebih terukur dan efektif dibandingkan metode konvensional yang selama ini dijalankan.
Menanti Realisasi dari "Judul Menjual" Menjadi Solusi Nyata
Keputusan Pemkot Cilegon untuk melibatkan institusi pendidikan ternama seperti ITB memberikan harapan baru bagi masyarakat yang kerap terdampak banjir.
Pendekatan berbasis akademik ini diharapkan mampu memetakan titik-titik penyumbatan secara akurat dan memberikan rekomendasi teknis yang berkelanjutan.
Hal ini penting agar penanganan banjir tidak hanya menjadi pemadam kebakaran saat musim penghujan tiba, tetapi merupakan strategi jangka panjang yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kini, tantangan terbesar berada pada tahap implementasi. Masyarakat Cilegon tentu berharap agar apa yang disebut Wali Kota Robinsar sebagai "judul yang menjual" tersebut benar-benar bertransformasi menjadi aksi nyata di lapangan.
Respon dan Tanggapan Warga Cilegon
Namun, tidak semua warga merespons dengan nada bercanda seperti sang Wali Kota. Di kolom komentar, beragam kritik dan masukan turut bermunculan.
Salah satu sorotan datang dari akun @bimakenzo yang mempertanyakan urgensi melibatkan ITB, sementara di Cilegon sendiri terdapat perguruan tinggi dengan pakar teknik yang kompeten. "Kenapa harus ITB, Cilegon punya @untirta_official teknik di kota Cilegon 😅😅😅," tulisnya, merujuk pada keberadaan Fakultas Teknik Untirta yang berlokasi di pusat industri tersebut.
Di sisi lain, warga juga menuntut adanya sanksi tegas dan pengawasan yang lebih ketat terhadap penyebab banjir di lapangan.
Akun @mentaikih dan @edi_bonaventure menyuarakan kegelisahan serupa terkait lemahnya pengawasan terhadap aktivitas lingkungan. Mereka menilai bahwa banjir bukan sekadar masalah teknis drainase, melainkan juga masalah penegakan hukum.
"Pejabat-pejabatnya yang harusnya dikenakan sanksi, bisa-bisanya ada tambang ilegal dan tidak ada pengawasan secara periodik," tulis akun @mentaikih yang menekankan pentingnya akuntabilitas birokrasi dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah bencana di masa depan.
Komentar lainnya tertulis: "Jangan Malu utk Mengakui kesalahan... dan jangan Malu juga klo mesti belajar cara atasi banjir dr ahli atau para akademisi... Kita Apresisasi setiap Usaha dan pergerakan Pemkot Cilegon" ungkap akun @edi_bonaventure
Kalau menurut dulurnet bagaimana?