Catatan BPBD, Banjir Cilegon Menggenangi 3.227 KK dan Berdamapak Kepada 11.814 Jiwa

Banjir yang melanda Kota Cilegon pada 3 Januari 2026 telah menyebabkan dampak signifikan terhadap ribuan warga, dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa 3.227 kepala keluarga, yang setara dengan 11.814 jiwa, terimbas. Kejadian ini terjadi setelah hujan deras yang melanda daerah tersebut sejak malam sebelumnya, memicu meluapnya sungai dan sistem drainase.

Data Terdampak Banjir

Dalam laporan awal, Kepala BPBD Kota Cilegon, Suhendi, mengungkapkan bahwa kejadian banjir ini menyebar ke enam kecamatan berbeda, dengan Kecamatan Cibeber menjadi yang paling parah terdampak. Di Kelurahan Kedaleman, sebanyak 847 kepala keluarga atau 2.480 jiwa mengalami dampak serius, sementara Kelurahan Cibeber dan Jombang Wetan juga mencatat lebih dari seribu jiwa yang terpengaruh. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya wilayah-wilayah ini terhadap bencana alam, khususnya dalam menghadapi cuaca ekstrem.

Dampak Infrastruktur

BPBD melaporkan adanya kerusakan signifikan pada beberapa bangunan akibat banjir ini. Di Kecamatan Jombang, satu rumah dilaporkan roboh, sedangkan di Kecamatan Purwakarta, dua unit rumah mengalami kerusakan parah. Situasi di sekitar sekolah, seperti SDN Samandaran, juga mengkhawatirkan, karena bangunan tersebut terendam air. Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan daerah dalam menghadapi bencana serupa di masa depan.

Upaya Penanganan Darurat

BPBD Kota Cilegon telah melakukan langkah-langkah awal untuk menangani situasi darurat ini. Penilaian telah dilakukan di lokasi-lokasi terdampak, dan mereka bekerja sama dengan pemerintah kecamatan serta kelurahan untuk memastikan bantuan teraplikasi secara efektif. Tim juga dikerahkan untuk membantu dan mendukung warga yang membutuhkan. Upaya ini penting untuk memitigasi dampak lebih lanjut dari bencana dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Peringatan untuk Masyarakat

Dalam situasi ini, Suhendi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Mengingat potensi hujan dengan intensitas yang mungkin meningkat, warga di daerah rawan banjir dan longsor didorong untuk melaporkan kondisi darurat secepatnya. Kesadaran dan kesiapan masyarakat sangat krusial dalam mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh cuaca buruk yang berlangsung dalam beberapa hari mendatang.

Sumber: www.bantennews.co.id (04/01/2026)
Produk Sponsor