Pemuda Cilegon Diajak Ciptakan Peluang Kerja dan Berdayakan Diri di Hari Sumpah Pemuda

📌 Ringkasan Berita:
  • Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Cilegon mendorong pemuda untuk menciptakan peluang usaha dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
  • Sekretaris Disporapar Cilegon, Rina Fatwa Aulia, menekankan pentingnya peningkatan keterampilan pemuda untuk menghadapi tantangan pengangguran.
  • Seminar kepemudaan mengajak kolaborasi lintas sektor agar pemuda tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu berinovasi dan menciptakan ekonomi mandiri.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Cilegon menjadi cermin bagi generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan. Acara ini mengajak pemuda untuk menciptakan peluang usaha serta berkontribusi pada pembangunan daerah.

Dalam seminar kepemudaan yang dilaksanakan di Aula PGRI Kota Cilegon pada 29 Oktober 2026, Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Cilegon, Rina Fatwa Aulia, menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam menghadapi tantangan pengangguran. Hal ini juga diungkapkan oleh rubrikbanten.com.

Pentingnya Kewirausahaan di Kalangan Pemuda Cilegon

Rina menegaskan bahwa persoalan pengangguran adalah tantangan yang harus diatasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda. Ia mengajak pemuda Cilegon untuk mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja yang dinamis.

“Pemuda harus menjadi generasi yang berdaya, memiliki semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri, serta berani mengambil peran dalam pembangunan Kota Cilegon. Masa depan daerah ini juga ditentukan oleh bagaimana pemudanya mempersiapkan diri dan berkontribusi hari ini,” ujar Rina.

Dalam konteks ini, Kota Cilegon yang dikenal sebagai kawasan industri strategis, menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi pemuda untuk mempersiapkan diri dengan kemampuan yang sesuai dengan dunia usaha.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Meningkatkan Kompetensi Pemuda

Rina juga mendorong pemuda untuk beralih dari pola pikir mencari pekerjaan, menjadi individu yang mampu menciptakan peluang ekonomi secara mandiri. Ia menekankan bahwa kreativitas dan inovasi adalah kunci bagi pemuda untuk aktif dalam perkembangan ekonomi.

Namun, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab peningkatan kapasitas pemuda bukan hanya di tangan Disporapar. Diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha. “Saya berharap para pemuda tidak hanya membangun kolaborasi dengan Disporapar, tetapi juga membuka diri untuk bekerja sama dengan berbagai instansi dan lembaga lainnya,” tambahnya.

Seminar ini dihadiri oleh Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Kota Cilegon, Nelly Evalinda, serta narasumber dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Dr. Bambang, dan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan pembangunan daerah dan meningkatkan kompetensi mereka.

Dengan semangat kolaborasi, diharapkan program kepemudaan yang relevan akan dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Cilegon.




Sumber: rubrikbanten.com (29/10/2026)
Featured Image
Berita

Judul Artikel