
- Tingginya investasi industri di Cilegon membawa risiko besar bagi keselamatan manusia dan lingkungan.
- Pemkot Cilegon menekankan pentingnya manajemen risiko dan kesiapsiagaan dalam industri untuk mencegah insiden fatal.
- Regulasi pengawasan dan komunikasi yang transparan dengan masyarakat dianggap kunci untuk mencegah bencana industri di masa depan.
Tingginya angka investasi di sektor industri Kota Cilegon menyimpan ancaman yang serius bagi keselamatan manusia dan lingkungan.
Dalam sebuah seminar yang diadakan di The Royal Krakatau pada 13 Oktober 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menegaskan pentingnya manajemen risiko bencana dalam industri.
Menurutnya, meskipun roda ekonomi harus terus berputar, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Dinamika Peristiwa di Lapangan
Cilegon dikenal sebagai pusat industri strategis nasional yang mencakup sektor baja, kimia, petrokimia, dan energi.
Namun, status ini juga mengakibatkan tingginya potensi insiden fatal, seperti kerusakan mesin operasional dan lemahnya sistem kendali perusahaan.
Oleh karena itu, Pemkot Cilegon mendesak manajemen perusahaan untuk tidak menjadikan keselamatan sebagai sekadar formalitas.
Simulasi tanggap darurat harus menjadi bagian dari budaya perusahaan di kalangan pimpinan dan pekerja.
Langkah Penanganan dan Antisipasi
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan.
"Oleh karena itu, upaya pengurangan risiko tidak boleh bertindak seperti pemadam kebakaran yang baru sibuk setelah insiden terjadi," ujar Lutfi.
Dia menekankan bahwa langkah-langkah antisipasi harus ditanamkan dalam seluruh siklus pengelolaan industri, mulai dari desain hingga masa operasional.
Dengan momentum Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2026, Pemkot Cilegon dan BPBD Banten sepakat bahwa regulasi pengawasan dan komunikasi yang transparan dengan masyarakat adalah kunci untuk mencegah bencana industri di masa depan.
Sumber: bantenesia.co (13/10/2026)