
- DPUPR Kota Cilegon mengalokasikan Rp10 miliar untuk perbaikan infrastruktur, termasuk jalan dan drainase.
- Pekerjaan drainase sepanjang 1,2 km di Pondok Cilegon Indah dipercepat untuk mengatasi genangan saat hujan.
- Proyek trotoar di jalur protokol mengalami kendala dengan realisasi baru 10%, sementara trotoar depan Dishub sudah selesai dengan anggaran Rp1,7 miliar.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon telah mengalokasikan dana sebesar Rp10 miliar untuk memperbaiki infrastruktur di kota tersebut.
Proyek ini mencakup perbaikan jalan, sistem drainase, dan revitalisasi trotoar yang diharapkan dapat mengatasi masalah genangan air serta meningkatkan aksesibilitas kawasan perkotaan, seperti yang dilaporkan oleh bantenesia.co.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Cilegon, Topan Dwi Ranggayudha, menjelaskan bahwa sebagian besar proyek jalan telah selesai, dengan beberapa titik perbaikan yang telah ditargetkan.
Dinamika Peristiwa di Lapangan
Beberapa lokasi yang menjadi fokus perbaikan antara lain Jalan KH Simin di Kelurahan Panggungrawi, Jalan Sumur Wuluh di Kelurahan Gerem, serta ruas Ciore-Keserangan di Kecamatan Grogol.
Selain itu, pengerjaan sistem drainase sepanjang 1,2 kilometer di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI) juga tengah dipercepat untuk menangani potensi banjir saat curah hujan tinggi.
Topan menambahkan, "Saat hujan besar, (dengan drainase baru ini) diharapkan aliran air lebih lancar dan genangan bisa teratasi," saat dijumpai pada 6 Oktober 2026.
Namun, proyek penataan trotoar di jalur protokol masih mengalami kendala teknis, dengan realisasi baru mencapai sekitar 10 persen meski sudah menghabiskan dana sebesar Rp3,9 miliar.
Langkah Penanganan dan Antisipasi
Menurut Topan, keterlambatan ini disebabkan oleh kompleksitas penyesuaian utilitas publik yang ada, seperti tiang dan kabel PLN serta jaringan internet.
Ia menjelaskan, "Dinamika di jalan protokol cukup banyak. Kami harus menyesuaikan dengan utilitas yang ada, namun kami tetap menargetkan proyek ini selesai pada Desember 2026."
Di sisi lain, proyek trotoar di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Cilegon sepanjang 300 meter telah rampung lebih dulu dengan anggaran Rp1,7 miliar, bukan hanya untuk pejalan kaki tetapi juga dikonsep sebagai ruang publik yang estetik.
Warga Cilegon, Agie, menyambut positif pembangunan ini dan berharap agar kualitasnya baik serta dirawat dengan baik setelah selesai.
Ia juga menginginkan pembangunan infrastruktur yang merata, tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah permukiman yang membutuhkan perbaikan.
Sumber: bantenesia.co (07/10/2026)