Petani Cilegon Terdampak Kemarau, DKPP Lakukan Pendampingan dan Mitigasi

📌 Ringkasan Berita:
  • Petani di Cilegon mengalami kesulitan akibat musim kemarau, terutama petani kacang tanah di Kecamatan Cibeber.
  • DKPP Cilegon memberikan pendampingan dan bantuan infrastruktur, termasuk pompa dan jaringan irigasi, untuk mendukung kebutuhan air pertanian.
  • Strategi mitigasi lainnya mencakup penyesuaian pola tanam padi agar tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau, untuk menjaga produktivitas pertanian.

Sejumlah petani di Cilegon, Banten, lagi merasakan dampak serius dari musim kemarau yang bikin ketersediaan air untuk lahan pertanian jadi terbatas.

Dampak Musim Kemarau

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon mencatat bahwa petani kacang tanah adalah salah satu yang paling terkena imbasnya.

Salah satu lahan yang terdampak ada di Kecamatan Cibeber dengan luas sekitar satu hektare.

Kepala DKPP Kota Cilegon, Efa Syarifah, bilang bahwa pihaknya terus pantau kondisi lahan pertanian dan memberikan pendampingan kepada petani agar kerugian akibat kemarau bisa diminimalisir.

“Yang terkena dampak terbesar di musim kemarau ini adalah petani yang menanam kacang tanah dan petani di wilayah Cibeber seluas satu hektare,” kata Efa di Cilegon, Selasa (22/9/2026).

Menurut Efa, pendampingan dilakukan dengan membantu petani menyesuaikan pola tanam sesuai dengan kondisi lahan dan ketersediaan air.

Strategi Mitigasi oleh DKPP

DKPP juga menerapkan sistem PM AAS untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.

“Dilakukan pendampingan kepada petani dengan menyesuaikan pola tanam sistem PM AAS untuk meminimalkan risiko kerugian,” ujarnya.

Selain itu, DKPP Cilegon memberikan bantuan berupa pompa kepada petani dan kelompok tani.

Bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian yang kekurangan pasokan air.

DKPP juga membangun jaringan irigasi pompa sepanjang sekitar satu kilometer di Kelurahan Panggung Rawi.

Infrastruktur ini khususnya diperuntukkan bagi kelompok tani Adem Ayem dan Adem Pikir untuk membantu pengairan lahan pertanian.

Upaya Mitigasi Lainnya

Efa menyebutkan bahwa upaya mitigasi juga dilakukan dengan memberikan bantuan benih serta mengatur waktu penanaman padi.

Langkah ini bertujuan agar masa pertumbuhan tanaman dan panen tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau.

“Mitigasi untuk penanggulangan kekeringan dengan penanaman padi di bulan Maret dan panen di bulan Juni sebelum puncak musim kemarau,” katanya.

Pola ini terutama diterapkan pada lahan sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan.

Dengan pengaturan waktu tanam, petani diharapkan bisa menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi iklim yang ada.

DKPP Kota Cilegon berharap langkah-langkah ini dapat membantu menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko kerugian petani akibat keterbatasan air selama musim kemarau.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: faktabanten.co.id (22/09/2026)
Featured Image
Berita

Judul Artikel