Data tersebut berasal dari survei yang dirilis oleh Tempo Data Science dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 76 persen responden di Banten menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
Angka itu menjadi yang tertinggi dibandingkan beberapa wilayah lain yang juga masuk dalam survei.
Tingkat Ketidakpuasan di Sejumlah Wilayah Selain Banten
Beberapa daerah lain juga menunjukkan tingkat ketidakpuasan yang cukup tinggi.
- Banten: 76% tidak puas
- Jakarta: 73% tidak puas
- Jawa Tengah, dan
- DIY: 68% tidak puas
- Jawa Barat: 66% tidak puas
Data tersebut menunjukkan adanya ketidakpuasan yang cukup signifikan di sejumlah wilayah strategis, khususnya di Pulau Jawa.
Kolom Komentar Ramai Perdebatan
Unggahan hasil survei ini langsung memancing beragam respons dari warganet.
Sebagian menilai jika angka ketidakpuasan yang mencapai lebih dari 60 persen benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat, maka hal itu dapat menjadi tantangan besar bagi Prabowo dan Partai Gerindra menjelang Pemilu 2029.
Ada pula komentar yang mempertanyakan mengapa beberapa daerah seperti Aceh, Bali, dan Nusa Tenggara Timur tidak terlihat dalam daftar hasil survei yang ditampilkan.
Sebagian lainnya bahkan berpendapat bahwa Aceh kemungkinan memiliki tingkat ketidakpuasan yang tidak kalah tinggi.
Warga Banten Ikut Bersuara
Beberapa pengguna media sosial yang mengaku berasal dari Banten menyatakan mereka tidak pernah menjadi responden survei tersebut.
Salah satu komentar bahkan berseloroh bahwa angka ketidakpuasan bisa lebih tinggi lagi apabila dirinya ikut disurvei.
Komentar lain menyoroti kondisi politik di Banten yang saat ini dipimpin oleh gubernur dari partai pendukung pemerintah.
Fakta tersebut dianggap menarik karena tingkat ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat justru tercatat paling tinggi di provinsi tersebut.
Netizen Kaitkan dengan Jawa Timur
Di tengah ramainya perdebatan, sejumlah warganet juga menyinggung Jawa Timur yang dinilai masih menjadi salah satu basis dukungan kuat bagi Prabowo.
Karena itu, beberapa komentar berharap masyarakat di provinsi tersebut mulai lebih aktif menyuarakan evaluasi terhadap kinerja pemerintah.
Pentingnya Pemahaman Menyeluruh atas Data Survei
Meski menuai banyak tanggapan, sejumlah warganet mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya dari potongan data yang beredar di media sosial.
Mereka menilai metodologi survei, jumlah responden, margin of error, serta cakupan wilayah perlu dipahami terlebih dahulu agar hasilnya dapat ditafsirkan secara lebih objektif.