
- 40 anak di Eka Hospital Cilegon mengalami gangguan pencernaan akibat kebiasaan mengonsumsi junk food dan kopi.
- Dokter menyatakan bahwa mayoritas kasus terjadi pada anak usia sekolah, dengan penyakit seperti usus buntu dan hernia.
- Orang tua diimbau untuk memperhatikan pola makan anak dan segera mencari bantuan medis jika anak mengalami gejala sakit perut atau masalah pencernaan lainnya.
Sebuah laporan yang mengejutkan datang dari Eka Hospital Cilegon, di mana sebanyak 40 anak mengalami gangguan pencernaan akibat kebiasaan mengonsumsi junk food dan kopi.
Dokter Spesialis Bedah Anak, dr Dito Desdwoanto B.S., M.Ked.Klin., Sp.BA., FUAPS, menjelaskan bahwa dalam sebulan terakhir, pihaknya menangani sejumlah kasus yang mengkhawatirkan ini.
“Yang ditangani Dokter Bedah Anak itu rentang usia 0-18 tahun, tapi mayoritas dialami anak usia sekolah,” terangnya dalam wawancara yang diadakan baru-baru ini.
Dari 40 kasus tersebut, dr Dito mencatat bahwa mayoritas anak mengalami penyakit seperti usus buntu, hernia, gangguan saluran pencernaan, tumor, serta masalah pada saluran kemih.
Dia mengaitkan meningkatnya jumlah kasus ini dengan gaya hidup tidak sehat yang kian marak di kalangan anak-anak.
“Faktor banyaknya anak-anak mengalami penyakit tersebut dikarenakan mengonsumsi junk food dan minum kopi sangat mempengaruhi,” ujarnya, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang dampak dari pola makan yang buruk.
Dalam situasi seperti ini, dr Dito menekankan pentingnya bagi orang tua untuk segera mencari bantuan medis jika anak mereka menunjukkan gejala seperti sakit perut, muntah, atau perut kembung.
“Kalau ada anak yang merasakan tubuhnya sakit, langsung konsultasikan ke bedah anak. Jangan khawatir, gak semua yang konsultasi ke bedah anak itu langsung dibedah,” katanya dengan nada menenangkan.
Dia menjelaskan bahwa penyakit pada anak dapat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu penyakit bawaan dan penyakit bukan bawaan.
Penyakit bawaan diakibatkan oleh gangguan yang dialami ibu saat hamil, yang bisa dicegah dengan pemeriksaan rutin dan asupan nutrisi yang baik.
“Kalau penyakit bukan bawaan dari pengaruh dari lifestyle atau konsumsi makanan minuman yang tak seimbang,” jelasnya, menggambarkan hubungan antara kebiasaan makan dan kesehatan anak.
Maka dari itu, dr Dito mengimbau kepada orang tua agar memperhatikan pola makan anak-anak mereka, sekaligus mengedukasi mereka tentang pentingnya gaya hidup sehat demi mencegah masalah pencernaan.
“Yang pasti jangan terlalu rutin konsumsi junk food dan kopi, keduanya bisa memicu timbulnya penyakit, terutama gangguan pencernaan,” imbaunya dengan harapan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat.
Berita ini menjadi pengingat penting bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan makanan anak-anak demi mencegah dampak kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.
Sumber: bantenraya.com (30/09/2026)