
- Dari 2.187 siswa yang diperiksa di Cilegon, 52,17% mengalami gangguan penglihatan, meningkat dari 42% tahun lalu.
- Dinas Kesehatan menyalurkan 500 kacamata kepada pelajar untuk meningkatkan kualitas belajar, berkolaborasi dengan BAZNAS dan IROPIN.
- Pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini ditekankan, termasuk batasan penggunaan gawai dan dukungan terhadap fasilitas pelayanan mata yang memadai.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon lagi-lagi menyoroti masalah kesehatan mata di kalangan pelajar, nih.
Hasil Pemeriksaan Menarik Perhatian
Mengutip pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 24/09/2026, Kepala Dinkes Kota Cilegon drg. Ratih Purnamasari mengungkapkan bahwa dari 2.187 siswa yang diperiksa, 52,17 persen di antaranya mengalami gangguan penglihatan.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dari tahun lalu yang tercatat sebesar 42 persen.
Ratih bilang, penting banget untuk memperhatikan kesehatan mata karena itu berhubungan erat sama aktivitas belajar dan prestasi di sekolah.
“Kalau misalnya melihat tulisan di papan tulis matanya tidak jelas, itu bisa mengganggu proses belajar. Anak bisa salah melihat angka dan akhirnya berpengaruh terhadap hasil belajarnya,” ujar Ratih.
Pemberian Kacamata untuk Pelajar
Dinkes pun berharap, dengan pemberian kacamata kepada pelajar, kualitas belajar mereka bisa meningkat dan prestasi juga bisa terdongkrak.
Tahun ini, sebanyak 500 kacamata disalurkan kepada pelajar lewat program kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon dan Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) Kota Cilegon.
Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai sekitar 200 kacamata.
Ratih juga mengingatkan orang tua dan pelajar untuk memperhatikan kebiasaan yang memengaruhi kesehatan mata, terutama dalam penggunaan gawai.
Ia mengimbau agar anak-anak tidak menggunakan gawai secara berlebihan, apalagi dalam waktu yang lama tanpa jeda.
“Kalau menggunakan gadget jangan seharian. Harus ada batasnya, ada remnya. Misalnya satu sampai dua jam, kemudian ada jeda,” katanya.
Pentingnya Perhatian terhadap Kesehatan Mata
Ratih menekankan pentingnya pencahayaan yang cukup dan jarak pandang yang tepat saat membaca atau menggunakan perangkat elektronik.
Ia percaya menjaga kesehatan mata sejak usia dini adalah bagian dari investasi kesehatan masyarakat untuk jangka panjang.
“Harapannya mereka bisa meningkatkan prestasinya di sekolah. Dari sisi kesehatan, mudah-mudahan manfaatnya bisa dirasakan oleh anak-anak,” ujarnya.
Dukungan untuk Fasilitas Pelayanan Mata
Ketua IROPIN Kota Cilegon, Hendrawan, juga mengungkapkan perlunya dukungan untuk fasilitas pelayanan mata di RSUD Kota Cilegon.
Dia bilang, salah satu alat pemeriksaan untuk pelayanan refraksi sudah rusak hampir dua tahun, sehingga proses pemeriksaan jadi kurang efisien.
“Alatnya hampir dua tahun ini rusak. Kalau menggunakan alat, pelayanan di poli mata tentu sangat terbantu,” kata Hendrawan.
Hendrawan menambahkan, pengadaan alat itu berkisar antara Rp2 juta hingga sekitar Rp2,2 juta, meski angka pastinya masih perlu dikonfirmasi.
“Kalau untuk poli mata, untuk pelayanan refraksi cukup satu. Satu alat itu sudah sangat cukup,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Cilegon terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan mata dan berharap pengadaan alat dapat segera terlaksana.
Kesimpulannya, kesehatan mata pelajar di Cilegon memang perlu mendapat perhatian lebih, terutama dengan adanya program pemberian kacamata dan perbaikan alat pemeriksaan.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (24/09/2026)