70 UMKM di Cilegon Ikuti Pelatihan Digitalisasi untuk Tingkatkan Daya Saing Produk

📌 Ringkasan Berita:
  • 70 UMKM di Cilegon mengikuti sosialisasi penjualan online yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM untuk mendorong digitalisasi.
  • Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan omzet.
  • Dinkop UKM akan memberikan pendampingan dan monitoring bagi UMKM yang telah mengikuti pelatihan untuk memastikan keberlanjutan dan perkembangan usaha mereka.

Sebanyak 70 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Cilegon baru saja ikut sosialisasi penjualan online yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) di Aula Diskominfo Cilegon.

Upaya Mendorong Digitalisasi UMKM

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM agar bisa beradaptasi dengan perkembangan digitalisasi.

Kepala Dinkop UKM Cilegon, Suhendi, mengatakan bahwa sosialisasi penjualan online ini bisa memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing produk lokal di era ekonomi digital.

Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 23/09/2026, dia menambahkan, "Pelatihan ini nantinya dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan omzet, serta memperkuat daya saing produk UMKM melalui pemanfaatan platform digital."

Dia juga menjelaskan, tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam penjualan secara online.

Pelatihan ini diikuti oleh 70 UMKM di Kota Cilegon, yang mana diharapkan mereka bisa memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk pemasaran serta memperluas akses pasar.

Mendorong UMKM Naik Kelas

“Kedepannya dari sistem penjualan online ini dapat meningkatkan omzet, dan daya saing produk UMKM, mendorong terwujudnya UMKM yang adaptif, mandiri, dan naik kelas, sejalan dengan semangat Cilegon Juare," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM Dinkop UKM Cilegon, Heryati, memaparkan tujuan dari pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan marketplace digital.

Dia berharap, pelaku UMKM yang ikut pelatihan tidak hanya paham teori, tapi juga langsung mempraktikkan dalam usahanya.

“UMKM nantinya bisa membuat toko digital, menampilkan produk secara menarik, mengelola transaksi, dan melakukan promosi produk secara konsisten," tuturnya.

Dengan demikian, dia menegaskan, UMKM akan semakin naik kelas, memiliki pasar yang lebih luas, dan mampu meningkatkan pendapatan.

Pendampingan untuk Keberlanjutan

Terkait tindak lanjut dari pelatihan, pihak Dinkop UKM akan memberikan pendampingan secara online dan monitoring berkala bagi para pelaku UMKM.

Pendampingan ini akan dilakukan melalui grup untuk memantau UMKM yang sudah mulai menggunakan marketplace.

“Dari pendampingan itu bakal kelihatan mana UMKM yang aktif dan berkembang untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut sesuai kebutuhan," ujarnya.

Peran Dinkop UKM Cilegon dalam membantu pemasaran produk UMKM serta pendampingan bagi peserta yang masih menghadapi kendala dalam membuka dan mengelola toko digital sangat penting.

Mereka juga akan memantau perkembangan jumlah UMKM yang aktif berjualan, produk yang dipasarkan, serta perkembangan transaksi.

Untuk meningkatkan kapasitas, akan ada pelatihan lanjutan tentang foto produk, konten digital, strategi promosi, pelayanan pelanggan, dan pengelolaan keuangan.

“Promosi dan kurasi produk membantu produk UMKM yang potensial agar lebih dikenal melalui berbagai kanal digital dan kegiatan promosi," pungkasnya.

Secara keseluruhan, pelatihan ini jadi langkah positif untuk mengangkat posisi UMKM di tengah perkembangan digital.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bantenraya.com (23/09/2026)
Featured Image
Berita

Judul Artikel