
- PMI Kota Cilegon mendapat apresiasi dari PMI Provinsi Banten atas kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak fenomena El Niño 2026.
- PMI Provinsi Banten akan melaksanakan Operasi Dampak El Niño selama 11 bulan, fokus pada kesiapsiagaan terhadap kekeringan dan krisis air bersih.
- PMI Kota Cilegon telah melakukan edukasi masyarakat dan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan respons kemanusiaan yang cepat dan terkoordinasi.
Kesiapsiagaan PMI Kota Cilegon dalam mengantisipasi dampak fenomena El Niño 2026 mendapat apresiasi dari PMI Provinsi Banten.
Langkah proaktif yang dilakukan sejak dini dinilai layak menjadi contoh bagi PMI kabupaten/kota lainnya di Banten.
Apresiasi dalam Rapat Koordinasi
Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 11/07/2026, apresiasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi PMI se-Provinsi Banten yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (9/7/2026).
Rapat diikuti Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Cilegon H. Hedi Jamhari bersama jajaran Markas PMI Kota Cilegon, serta pengurus PMI Provinsi Banten dan seluruh PMI kabupaten/kota.
Program Operasi Dampak El Niño
Dalam arahannya, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi Banten H. E. Kosasih mengatakan PMI Banten akan melaksanakan Operasi Dampak El Niño selama 11 bulan hingga Mei 2027.
Program tersebut difokuskan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respons kemanusiaan terhadap potensi kekeringan, krisis air bersih, dan dampak lain akibat El Niño.
“PMI Provinsi Banten akan melaksanakan Operasi Dampak El Niño selama 11 bulan hingga Mei 2027. Kami mengimbau seluruh PMI kabupaten/kota segera menyusun dan mengajukan rencana operasi beserta kebutuhan yang diperlukan agar dukungan dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah,” ujar Kosasih.
Ia juga mengungkapkan PMI Provinsi Banten tengah mengajukan bantuan 20 unit mobil tangki air kepada PMI Pusat untuk memperkuat distribusi air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan.
“Kami berharap dukungan 20 unit mobil tangki air dari PMI Pusat dapat memperkuat kesiapsiagaan PMI di daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan,” katanya.
Langkah Antisipasi PMI Kota Cilegon
Pada kesempatan itu, Hedi Jamhari memaparkan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan PMI Kota Cilegon.
Di antaranya edukasi kepada masyarakat, koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait, serta mengoptimalkan peran PMI Kecamatan dalam memantau kondisi wilayah.
“PMI Kota Cilegon telah melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini melalui edukasi kepada masyarakat mengenai potensi dampak musim kemarau. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait, termasuk mengoptimalkan peran PMI Kecamatan untuk memantau kondisi di wilayah masing-masing,” ujar Hedi.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar apabila terjadi kekeringan maupun krisis air bersih, respons kemanusiaan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Apresiasi atas Kesiapan
Pemaparan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kosasih.
Menurutnya, langkah yang dilakukan PMI Kota Cilegon menunjukkan kesiapan yang baik dalam menghadapi potensi dampak El Niño.
“Kami mengapresiasi PMI Kota Cilegon yang telah lebih awal melakukan edukasi kepada masyarakat, membangun koordinasi dengan instansi terkait, serta mengoptimalkan peran PMI Kecamatan dalam memonitor kondisi di wilayah masing-masing. Langkah proaktif seperti ini menjadi contoh yang baik dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Niño,” ungkapnya.
Persiapan Temu Karya Relawan
Selain membahas kesiapsiagaan El Niño, rapat juga membahas persiapan Temu Karya Relawan (TKR) IV PMI Provinsi Banten yang akan digelar pada 18–21 November 2026 di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Kegiatan tersebut menjadi ajang pembinaan, peningkatan kapasitas, serta penguatan jejaring relawan PMI se-Banten.
Melalui rapat koordinasi tersebut, PMI Kota Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui edukasi masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta pemantauan wilayah secara berkelanjutan guna memastikan pelayanan kemanusiaan berjalan cepat, tepat, dan profesional.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (11/07/2026)