Pemkot Cilegon Didorong Teruskan Perjuangan KH Wasyid Jadi Pahlawan Nasional

📌 Ringkasan Berita:
  • Pemkot Cilegon mengadakan Istigasah dan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 untuk mengenang perjuangan pahlawan lokal pada 10 Juli 2026.
  • Staf Ahli Walikota menekankan pentingnya meneladani semangat perjuangan pahlawan dalam membangun masyarakat yang lebih baik dan berkarakter.
  • Acara ini diharapkan dapat memperkuat ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah dan nilai-nilai perjuangan demi kemajuan Kota Cilegon.

Pemkot Cilegon baru aja ngadain Istigasah dan Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 di Halaman Rumah Dinas Wali Kota Cilegon pada malam tanggal 10 Juli 2026.

Meneladani Perjuangan Pahlawan

Melansir pemberitaan dari bantenraya.com pada 12/07/2026, dalam acara itu, warga diundang untuk meneladani perjuangan dan semangat patriotisme dari pahlawan yang gugur dalam perjuangan Geger Cilegon.

Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan dan Hukum Panca N Widodo bilang, peringatan Haul Syuhada Geger Cilegon diharapkan bukan cuma untuk mengenang romantisme sejarah, tapi juga bisa menjadi teladan dari apa yang udah dilakukan para pejuang di Geger Cilegon pada 9 Juli 1888 lalu.

“Melalui istighosah ini, kita memanjatkan doa agar semangat perjuangan para pendahulu senantiasa menjadi cahaya yang menerangi langkah kita dalam membangun daerah,” ujarnya.

“Mengenang para syuhada bukan untuk larut dalam romantisme masa lalu, melainkan mengambil teladan atas keimanan, keberanian, keikhlasan, dan pengorbanan mereka,” katanya.

Pentingnya Sejarah Perjuangan

Dia juga menekankan bahwa peristiwa Geger Cilegon 1888 adalah salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Perlawanan para ulama dan masyarakat Cilegon menunjukkan bahwa semangat perjuangan lahir dari kekuatan iman, dengan pesantren dan masjid sebagai pusat perjuangan melawan penjajahan.

“Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan keberanian melawan penjajah, maka hari ini perjuangan kita adalah menjaga persatuan, memperkuat pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun pemerintahan yang melayani, serta menyiapkan generasi muda yang berakhlak mulia dan mencintai sejarah bangsanya,” ungkapnya.

“Sejarah harus menjadi sumber inspirasi, penguat identitas daerah, sekaligus fondasi moral dalam pembangunan Kota Cilegon yang religius, maju, berbudaya, dan berkarakter,” katanya.

Merawat Warisan Sejarah

Panca juga berharap seluruh masyarakat bisa terus merawat warisan sejarah dan nilai-nilai perjuangan para pendahulu sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi penerus.

Haul Syuhada Geger Cilegon 1888 harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mengenang dan menghormati semua pejuang yang udah mengorbankan jiwa, raga, harta, dan seluruh kemampuannya demi mempertahankan agama, martabat, dan tanah air.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah para syuhada dan menjadikan semangat perjuangan mereka sebagai inspirasi bagi kita untuk terus membangun Kota Cilegon yang maju, religius, berbudaya, dan bermartabat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga keturunan keempat Ki Wasyid, Asep Sofwatullah, menilai bahwa haul ini penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perjuangan para ulama dan pejuang Geger Cilegon.

“Orang-orang yang hadir malam ini adalah mereka yang memahami pentingnya sejarah. Sejarah akan terus berulang apabila kita tidak mau mempelajarinya.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang belajar dari sejarah, memahami kekurangan masa lalu, lalu memperbaikinya untuk generasi berikutnya,” ungkap Asep.

Di sisi lain, Asep bilang bahwa doa yang dipanjatkan dalam haul bukan cuma ditujukan kepada Ki Wasyid, tapi juga kepada seluruh syuhada Geger Cilegon sebagai bentuk penghormatan atas jasa para leluhur.

Kesimpulannya, acara ini menunjukkan betapa pentingnya mengenang sejarah dan berjuang untuk nilai-nilai yang ditinggalkan oleh para pahlawan.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: bantenraya.com (12/07/2026)