Lima Anggota Fraksi PPP Cilegon Bakal Dipanggil DPC Karena Absen Muscab

📌 Ringkasan Berita:
  • Lima anggota Fraksi PPP DPRD Cilegon akan dipanggil DPC untuk klarifikasi ketidakhadiran mereka dalam Muscab.
  • Ketua DPC, Tohir, menegaskan pentingnya kehadiran anggota untuk komunikasi dan penyusunan kepengurusan harian.
  • Tohir berharap semua anggota fraksi hadir dalam pemanggilan agar bisa memperkuat partai, dengan proses yang harus sesuai mekanisme organisasi.

Ada berita menarik dari Cilegon, di mana lima anggota Fraksi PPP DPRD setempat akan dipanggil oleh DPC karena mereka dianggap tidak mengikuti instruksi organisasi.

Soal Ketidakhadiran

Menyimak pemberitaan dari faktabanten.co.id pada 09/07/2026, pemanggilan ini dimaksudkan untuk meminta klarifikasi mengenai ketidakhadiran mereka dalam agenda Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Cilegon yang diadakan baru-baru ini.

Ketua DPC PPP Kota Cilegon, Tohir, menekankan bahwa kehadiran dalam agenda partai itu penting dan harus didasari alasan yang jelas.

Proses Permintaan Klarifikasi

Tohir mengungkapkan bahwa dia tidak ingin berspekulasi sebelum mendengar penjelasan langsung dari anggota dewan tersebut.

”Iya, saya hanya ingin menanyakan alasan itu saja. Saya ingin dengar langsung dari mereka dulu,” ujar Tohir, Kamis (9/7/2026).

Dia juga menambahkan, ”Tentunya, baik yang hadir maupun yang tidak hadir pasti punya alasan masing-masing. Ini yang akan kami tanyakan besok.”

Akibat ketidakhadiran beberapa anggota dewan, penyusunan kepengurusan harian DPC PPP Kota Cilegon menjadi terhambat.

Tohir menjelaskan bahwa nama-nama anggota Fraksi PPP belum dimasukkan ke dalam draf struktur baru karena belum ada komunikasi tatap muka untuk membahas pembagian pos jabatan.

Kendala dan Upaya Rekonsiliasi

Kendala utama dalam situasi ini adalah tidak adanya pertemuan langsung antara Ketua DPC dan para anggota legislatif.

Tohir menyatakan bahwa anggota fraksi akan diundang kembali dalam forum lanjutan pasca-Muscab untuk menentukan kepengurusan harian yang definitif.

”Saya kan belum bertemu secara langsung dengan beliau-beliau (anggota Fraksi PPP). Untuk memasukkan nama mereka ke struktur pengurus, tentu saya harus berbicara langsung terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal kemungkinan anggota fraksi memperolah posisi strategis, Tohir bilang pintu itu masih terbuka, namun semua proses harus sesuai dengan mekanisme organisasi.

”Semua kemungkinan itu ada. Tapi untuk saat ini, jika memang ada perubahan-perubahan struktur, wajib hukumnya melalui mekanisme resmi partai,” tegasnya.

Di akhir penjelasannya, Tohir berharap semua anggota fraksi bisa hadir dan kooperatif dalam pemanggilan tersebut agar bisa memperkuat barisan partai ke depan.

”Mudah-mudahan mereka semua hadir. Bagaimanapun juga, mereka adalah representasi dan bagian dari keluarga besar Fraksi PPP,” pungkasnya.

Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!




Sumber: faktabanten.co.id (09/07/2026)