
- BPKPAD Kota Cilegon fokus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah, karena realisasi pendapatan masih 30% di semester pertama 2026.
- Syafrudin menyatakan bahwa hasil rapat dengan DPRD menunjukkan pendapatan belum mencapai target APBD 2026, sehingga perlu perencanaan dan strategi yang jelas.
- BPKPAD akan memaksimalkan potensi pajak daerah dalam waktu dekat dan berkoordinasi dengan tim untuk mengevaluasi penerimaan yang belum tergarap, terutama setelah temuan kritik dari BPK.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon, Syafrudin, bilang mereka akan fokus ningkatin pendapatan asli daerah (PAD) lewat optimalisasi pajak daerah.
Melansir pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 01/07/2026, langkah ini diambil karena pendapatan di semester pertama 2026 masih di angka 30 persen.
Syafrudin juga mengungkapkan kalau hasil rapat bareng Komisi III DPRD Kota Cilegon menunjukkan realisasi pendapatan belum nyampe target yang ditetapkan di APBD 2026.
"Target kita memang harus dimaksimalkan. Saat ini realisasi pendapatan masih sekitar 30 persen, sehingga ke depan kita akan berupaya lebih optimal," ujar Syafrudin.
Dia menambahkan kalau di semester kedua, BPKPAD bakal memaksimalkan seluruh potensi pendapatan yang bisa diambil oleh Pemerintah Kota Cilegon, terutama dari sektor pajak daerah.
"Kita akan maksimalkan potensi-potensi yang ada. Yang jangka pendek dalam satu tahun ini harus memiliki perencanaan yang jelas, sekaligus menyiapkan strategi jangka panjang agar pendapatan daerah terus meningkat," katanya.
Syafrudin juga bakal berkoordinasi dengan seluruh tim di BPKPAD, khususnya yang berkaitan dengan pajak, untuk mengevaluasi potensi penerimaan yang belum tergarap.
Ia juga nyebut soal temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengkritisi pengelolaan pajak daerah dan aset pemerintah yang dinilai belum optimal.
"Berdasarkan temuan BPK memang masih ada beberapa catatan terkait pengelolaan pajak maupun aset. Ini menjadi perhatian kami agar ke depan bisa diperbaiki dan dioptimalkan," ungkapnya.
Dalam waktu dekat, BPKPAD bakal fokus untuk meningkatkan pendapatan selama satu hingga tiga bulan ke depan dengan mengoptimalkan potensi pajak daerah.
"Sebulan, dua bulan hingga tiga bulan ke depan, fokus kami adalah memaksimalkan potensi pajak daerah yang menjadi kewenangan Kota Cilegon. Harapannya target pendapatan yang telah ditetapkan dalam APBD 2026 bisa tercapai," tegas Syafrudin.
Dia juga menambahkan kalau jika dibagi per bulan, realisasi saat ini masih jauh dari target ideal.
Karena itu, mereka akan segera memetakan potensi pajak dan menyusun langkah-langkah untuk mempercepat peningkatan penerimaan daerah di semester kedua tahun ini.
Secara keseluruhan, BPKPAD berusaha untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan berbagai langkah strategis.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: rubrikbanten.com (01/07/2026)