
- Bayi perempuan terlantar ditemukan di Perumahan Metro Grand Cendana, Purwakarta, pada 20 Juni 2026, terbungkus plastik dan masih terlilit tali pusar.
- Kondisi bayi membaik setelah dirawat di RSUD Kota Cilegon, dengan banyak warga yang memberikan dukungan melalui donor ASI.
- Penyelidikan oleh Polres Cilegon masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi terkait penemuan bayi tersebut.
Bayi perempuan yang terlantar baru-baru ini ditemukan di seberang aliran sungai Perumahan Metro Grand Cendana, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta, dan sekarang sudah diamankan di rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon.
Penemuan Bayi yang Menghebohkan Warga
Warga Perumahan Metro Grand Cendana sangat terkejut saat menemukan bayi tersebut terbungkus plastik merah pada Sabtu, 20 Juni 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat penemuan, bayi itu masih terlilit tali pusar dan mulutnya tertutup plester.
Kondisi Bayi yang Membaik
Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Lia Nurlia Mahatma, menyatakan bahwa kondisi bayi tersebut kini sudah mulai membaik setelah dirawat di RSUD Kota Cilegon.
Dia juga mengungkapkan rasa syukur karena banyak warga Cilegon yang berempati dan memberikan donor ASI.
“Sekarang posisinya masih ada di RSUD untuk observasi lanjutan. InsyaAllah bayinya sehat,” ungkapnya kepada Banten Raya, Senin 22 Juni 2026.
Prosedur Adopsi yang Harus Ditempuh
Setelah bayi ditemukan dan dirawat, banyak warga yang mengajukan permohonan untuk mengadopsinya.
Namun, Lia menegaskan bahwa ada sejumlah prosedur yang harus diikuti dan harus menunggu hasil penyelidikan dari Polres Cilegon sebelum bayi bisa diadopsi.
“InsyaAllah nanti kita bawa bawa bayinya ke rumah singgah Dinsos sambil menunggu hasil penyelidikan dari Polres,” jelasnya.
Penyelidikan Terhadap Kasus Ini
Kepala Satreskrim Polres Cilegon, IPDA Eka Lady Fitriyani, menyatakan bahwa pihaknya masih dalam proses mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saksi di sekitar lokasi penemuan bayi.
“Kalau untuk perkembangan kasusnya, kita masih dalam proses mengumpulkan bukti-bukti,” terangnya.
Dia menambahkan bahwa tiga orang saksi, yaitu seorang security, Ibu Rumah Tangga (IRT), dan bidan yang pertama kali merawat bayi, sedang diinterogasi.
Menurutnya, di sekitar lokasi penemuan ada kamera pengawas CCTV, tetapi ada kendala karena lokasi tersebut merupakan area blankspot yang cukup jauh dari pantauan kamera CCTV.
“Kalau CCTV ada, tapi kita masih telusuri. Kita juga memperluas daerah pencarian sambil cek CCTV masuk dan sebagainya,” pungkasnya.
Situasi ini mengundang perhatian banyak orang dan menimbulkan rasa ingin tahu mengenai perkembangan kasusnya.
Menurut kamu gimana tentang berita ini? Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar!
Sumber: bantenraya.com (22/06/2026)