Sekitar 283 Kepala Sekolah Baru Dilantik, Bupati Serang Ratu Ajak ASN Jadi Teladan

Oke, jadi baru-baru ini Bupati Ratu Rachmatuzakiyah melantik 283 kepala sekolah di Lapangan Tenis Indoor Setda Kabupaten Serang. 

Ya, kalian nggak salah baca, 283 kepala sekolah! Namun, di balik semarak pelantikan ini, ada banyak hal yang perlu kita cermati dan kritik. Apakah benar-benar semua ini akan berdampak positif untuk pendidikan kita? Mari kita gali lebih dalam.

Seruan dari Bupati

Menyimak pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 07/05/2026, Ratu Rachmatuzakiyah menekankan bahwa kepala sekolah itu harus jadi pemimpin yang "visioner, inovatif, serta mampu menjadi teladan di lingkungan pendidikan." Nah, di sini kita harus bertanya: apakah semua kepala sekolah yang dilantik benar-benar memenuhi kriteria ini? 

Atau kita hanya melihat wajah-wajah baru tanpa jaminan kualitas kepemimpinan? Kita tahu bahwa pendidikan butuh lebih dari sekadar jargon keren; butuh aksi nyata!

Pentingnya Keteladanan, Tapi Siapa yang Menjadi Contoh?

Lebih lanjut Zakiyah mengatakan “Hari ini saya baru saja menyerahkan SK untuk 283 kepala sekolah,” katanya. Namun, bisa kita bayangkan enggak, berapa banyak dari mereka yang benar-benar bisa jadi contoh baik? Nggak sedikit PNS yang datang hanya buat absen doang, ini jadi PR besar buat kita semua. 

Kalau para pemimpin pendidikan ini nggak bisa menunjukkan integritas dan etos kerja, ya susah bagi siswa untuk meneladani yang baik. Kita butuh kepala sekolah yang bukan cuma duduk di kursi, tapi juga aktif mendorong perubahan.

Ada Apa dengan Mutasi dan Promosi?

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Aber Nurhadi, bilang bahwa “pelantikan ini menjadi langkah penting untuk mengisi kekosongan jabatan” dan ada 112 kepala sekolah yang dapat promosi. 

Tapi, jangan-jangan ini cuma permainan posisi demi kepentingan tertentu? Kita perlu memastikan bahwa promosi ini bukan sekadar formalitas, tapi didasari pada prestasi dan kompetensi yang jelas. Sebab kalau tidak, kita cuma bakal memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya.

Komitmen ASN Muda dan Realita di Lapangan

Untuk para ASN baru, Zakiyah juga mengingatkan agar menunjukkan “loyalitas, integritas, dan pengabdian dalam melayani masyarakat.” Tapi, kita juga butuh melihat aksi nyata, bukan hanya sekadar ucapan. Seberapa banyak dari mereka yang siap berkorban demi pendidikan yang lebih baik? Keliatan gampang diucapkan, tapi realisasinya? Mari kita pantau bersama apakah mereka bisa jadi pahlawan pendidikan yang kita butuhkan.

Jadi, teman-teman, mari kita merenung sejenak. Apakah pelantikan ini akan membawa perubahan yang kita harapkan, atau hanya sekadar mengganti kursi tanpa substansi? 

Menurut kamu gimana tentang kebijakan ini? Apakah sudah pas atau masih banyak bolongnya?


Sumber: rubrikbanten.com (07/05/2026)