
Gaees, ada yang hot banget nih dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten! Beberapa mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Resah ngadain aksi besar di Gedung Rektorat Kampus 2.
Mereka protes keras atas kebijakan birokrasi yang dianggap merugikan dan bikin demokrasi kampus jadi ngaco. Pastinya, ini bikin suasana kampus jadi panas!
Menyimak pemberitaan dari rubrikbanten.com pada 06/05/2026, aksi ini dimulai dengan mereka yang membawa “rapor merah” berjudul “Kampus Dalam Cengkraman Krisis Kekuasaan Birokrat”. Aliansi ini menuding Wakil Rektor III udah terlalu jauh dengan intervensi Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM) 2026 yang mereka sebut brutal.
Ketegangan Meningkat!
Ketegangan makin memanas setelah ada isu pemecatan sepihak terhadap pengurus KPU-M dan BAWASLU-M yang gak ada surat resmi atau dasar hukum yang jelas. Penunjukan pengurus baru oleh birokrasi dianggap sebagai tindakan yang cacat konstitusional dan melanggar Undang-Undang Keluarga Besar Mahasiswa (UUKBM).
Suara Koordinator Lapangan
Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Resah, Wahid Kohar, dalam orasinya menegaskan bahwa kondisi kampus saat ini semakin jauh dari nilai-nilai akademik dan demokrasi. “Kami berdiri di sini karena hukum tertinggi mahasiswa telah diinjak-injak. Penunjukan KPU-M dan BAWASLU-M oleh birokrasi tidak memiliki legitimasi moral maupun legal. Ini adalah bentuk tirani nyata di dalam institusi pendidikan,” tegasnya di depan Gedung Rektorat.
Tuntutan Mahasiswa yang Bikin Gempar
Dalam aksi ini, mahasiswa juga mengajukan lima tuntutan utama yang bikin gempar:
- Copot Wakil Rektor III – Mendesak pertanggungjawaban dan pengunduran diri atas dugaan intervensi dalam PUM.
- Bubarkan Lembaga Cacat Hukum – Menolak KPU-M dan BAWASLU-M bentukan birokrasi serta menuntut pemulihan sesuai konstitusi mahasiswa.
- Hilangkan UKT Mahal – Menuntut transparansi biaya pendidikan dan keberpihakan kepada mahasiswa kurang mampu.
- Darurat Kekerasan Seksual – Mendesak sistem perlindungan korban yang konkret di lingkungan kampus.
- Stop Komersialisasi Pendidikan – Menolak kebijakan kampus yang dianggap lebih berorientasi pada profit dibanding kualitas pendidikan.
Aliansi Mahasiswa Resah bilang mereka bakal terus bertahan di lokasi aksi dan bakal ningkatin jumlah massa kalo tuntutan mereka nggak direspons sama pihak rektorat.
Mereka juga pengen ada forum terbuka biar seluruh civitas akademika bisa lihat langsung kondisi tata kelola kampus yang dianggap lagi krisis legitimasi.
Menurut kamu gimana tentang aksi mahasiswa ini? Punya pendapat atau mau share ke medsos kamu?
Sumber: rubrikbanten.com (06/05/2026)