2 Unit Motor d Parkiran Kantor Dinsos Cilegon Raib dalam 30 Menit, Kadis: "Kita Tidak Ada Pamdal"

Waduh, Cilegon lagi-lagi jadi headline karena aksi pencurian motor yang bikin geleng-geleng kepala. 

Dua sepeda motor raib dalam waktu kurang dari setengah jam di Kantor Dinas Sosial, dan semua ini terulang di depan mata. Gimana sih bisa sampai segitu? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Kronologi dan Tanggapan Kadinsos

Menyimak pemberitaan dari bantenraya.com pada 08/05/2026, kejadian ini terjadi pada Jumat siang, di mana dua motor, Honda Scoopy dan Honda Vario, diambil oleh pelaku yang sama. Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 14.24 WIB dan yang kedua sekitar 14.45 WIB. 

Kayaknya, pelaku emang udah sistematis banget ya. Kepala Dinsos, Lia Nurlia Mahatma, pun mengakui bahwa timnya "mungkin tidak fokus dalam menjaga itu, ketahuannya pas mau pulang kantor sekitar jam 4 (16.00 WIB)." Nah, itu dia, semua orang lagi sibuk dengan urusannya sendiri, dan justru hal ini yang jadi celah buat pencurian.

Minimnya Tenaga Keamanan 

Semua orang ngerti bahwa keamanan itu penting, tapi apa yang terjadi dengan langkah-langkah yang diambil? Lia bilang mereka hanya mengandalkan Tenaga Reaksi Cepat (TRC) untuk menjaga keamanan kantor.

"Kalau di kantor kami hanya memanfaatkan TRC (Tenaga Reaksi Cepat) untuk mengamankan kantor," katanya.

Lalu di mana upaya pengamanannya? "Kita tidak ada Pamdal (Pengamanan Dalam) dalam hal ini," Imbuh Lia. 

Jadi, gimana mau merasa aman kalau petugas security minim? Ini jelas jadi masalah yang harus segera ditangani, karena bukan cuma sepeda motor yang hilang, tapi juga rasa aman warga.

CCTV yang Gak Ngebantu

Dari CCTV, kita bisa lihat pelakunya, tapi sayangnya, "wajah pelaku pakai helm dan plat nomor tidak terlihat." Jadi, seberapa efektif sih CCTV ini? Ya, merekam sih bisa, tapi kalau nggak ada hasilnya, ya sama aja bohong. 

Ini saatnya pemerintah daerah harus berpikir lebih kreatif buat meningkatkan keamanan, dan jangan hanya bergantung pada teknologi yang terbukti kurang berfungsi.

Evaluasi yang Masih Jadi Janji

Lia menjelaskan bahwa mereka akan melakukan evaluasi keamanan kantor, yang terdengar kayak rencana yang bagus. "Kami nanti akan tempatkan orang dan mengatur parkir dan tetap tidak dipungut biaya," ujarnya. 

Tapi, pertanyaannya, kapan ini semua akan terwujud? Jangan sampai ini cuma jadi janji manis yang anggap remeh. Evaluasi yang diberikan juga harus diikuti dengan tindakan konkret, jangan sampai cuma ngomong doang.

Menurut kamu gimana tentang kebijakan ini? Apakah sudah pas atau masih banyak bolongnya? Yuk, diskusi atau share pendapat kamu! Kejadian ini jelas mengingatkan kita untuk lebih kritis terhadap tindakan dan kebijakan yang ada, terutama soal keamanan publik. Jangan biarkan kejadian ini terulang lagi!



Sumber: bantenraya.com (08/05/2026)
Produk Sponsor