
Meskipun harga plastik di pasar mengalami kenaikan, hal ini tidak berimbas signifikan terhadap harga bahan pokok penting (bapokting) di Kota Cilegon. Stabilitas harga ini diakibatkan oleh strategi para pedagang yang memilih untuk menahan harga demi menjaga daya beli masyarakat.
Pernyataan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Cilegon, Ahmad Fitriadi, mengungkapkan bahwa pemantauan harga di pasar menunjukkan tidak ada kenaikan harga jual.
Meskipun biaya kemasan plastik telah meningkat, situasi ini tidak mempengaruhi harga bapokting secara keseluruhan.
“Pedagang lebih memilih mengurangi keuntungan daripada menaikkan harga. Ini yang membuat harga bapokting tetap stabil,” katanya, pada Kamis 16 April 2026.
Biaya Kenaikan Plastik Terkendali
Ahmad menjelaskan bahwa tambahan biaya akibat kenaikan harga plastik tergolong kecil, karena dihitung per lembar.
Dalam satu kemasan plastik yang berisi puluhan lembar, kenaikan harga hanya berkisar antara Rp3000 hingga Rp10.000, sehingga tidak memberikan beban yang signifikan pada harga jual produk.
“Sebagian pedagang juga melakukan penyesuaian dengan mengurangi jumlah atau netto barang tanpa mengubah harga. Khususnya produk yang menggunakan kemasan plastik seperti kue basah dan kue kering,” terangnya.
Data Komoditas dan Stabilitas Harga
Menurut data dari Disperindag Kota Cilegon, dari 52 komoditas yang dipantau setiap hari, hanya empat yang mengalami kenaikan harga, yaitu cabai merah besar, cabai rawit hijau, ikan kembung, dan wortel. Sementara itu, terdapat dua komoditas yang mengalami penurunan harga, yaitu cabai rawit merah dan telur ayam ras.
“Secara umum kondisi harga masih terkendali dan tidak terpengaruh signifikan oleh kenaikan harga plastik,” jelasnya.
Sumber: krakataumedia.com (16/04/2026)