
Walikota Cilegon Janjikan Peningkatan Honor Guru Madrasah
Walikota Cilegon, Robinsar, menegaskan komitmennya untuk secara bertahap meningkatkan honor bagi guru madrasah dan guru mengaji.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara Haul ke-103 Yayasan Perguruan Islam Al Jauharotunnaqiyyah yang berlangsung di Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon pada tanggal 13 April 2026.
Kenaikan Honor Secara Berkala
Robinsar menjelaskan bahwa pemerintah kota bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah dan pengaji di Cilegon dengan cara memberikan kenaikan honor secara berkala. “Insya Allah itu komitmen kami. Jadi itu akan naik secara berkala untuk honor guru madrasah dan mengaji,” ujarnya.
Pendidikan Agama Sebagai Benteng Moral
Ia juga mengingatkan bahwa peran guru madrasah sangat penting dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif, terutama yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi. “Pendidikan agama menjadi garda terdepan dan benteng agar anak-anak sebagai generasi penerus tidak terpengaruh budaya negatif dengan kemajuan teknologi,” tambahnya.
Dukungan untuk Pembangunan Madrasah
Pada kesempatan tersebut, Robinsar mengungkapkan dukungannya terhadap pengembangan pendidikan agama dengan menyumbangkan dana sebesar Rp50 juta untuk pembangunan Madrasah Al Jauharotunnaqiyyah. “Rasanya saya kelilipan melihat bangunan di depan. Ini saya bantu Rp50 juta untuk pembangunan. Ini agar madrasah bisa lebih berkembang,” ucapnya.
Prestasi Yayasan dalam Pendidikan Agama
Robinsar mengapresiasi keberhasilan Al Jauharotunnaqiyyah yang telah bertahan selama 103 tahun di tengah tantangan pendidikan modern. “Ini luar biasa, sebagai pendidikan agama ditengah maraknya pendidikan modern bisa terus bertahan dan berkembang,” paparnya.
Peningkatan Anggaran untuk Honor Guru
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Cilegon, Rahmatullah, menjelaskan bahwa anggaran untuk honor guru telah meningkat dari Rp33 miliar menjadi Rp36 miliar pada tahun 2026.
Ini merupakan bagian dari komitmen dan janji politik yang diimplementasikan melalui program-program yang ada. “Sebelumnya Rp33 miliar menjadi Rp36 miliar untuk 5.189 guru madrasah dan guru mengaji,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan honor ini akan dilakukan secara berkala, dengan penambahan sekitar Rp53 ribu per orang pada tahun 2026. “Secara berkala disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Kami harap para guru ini bisa terus konsistensi dan memberikan yang terbaik dalam pembelajaran,” pungkasnya.
Sumber: bantenraya.com (13/04/2026)