
Sebanyak 49 siswa dari Al Inayah dilaporkan mengalami gejala yang diduga akibat keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka sempat dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Cibeber dan rumah sakit di wilayah Jombang, Kota Cilegon.
Pemerintah Kota Cilegon Menunggu Hasil Uji Laboratorium
Menanggapi insiden ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian tersebut. “Belum bisa dipastikan apakah ini keracunan atau bukan. Penetapan itu harus berdasarkan hasil uji laboratorium dari BPOM,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon pada Selasa (21/4/2026).
Tindakan Antisipasi dan Pemantauan
Aziz juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Cilegon telah mengadakan rapat koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN). Sebagai langkah pencegahan, distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke sekolah tersebut untuk sementara waktu dihentikan. “Untuk sementara SPPG yang memasok ke sekolah itu dihentikan dulu, sambil menunggu hasil pemeriksaan,” jelasnya.
Kondisi Siswa dan Pengawasan Lanjutan
Mengenai kondisi para siswa, Aziz memastikan bahwa sebagian besar dari mereka sudah membaik dan tidak ada lagi yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. “Alhamdulillah sudah tidak ada yang dirawat inap. Sebagian sudah pulang, hanya beberapa yang masih menjalani rawat jalan di rumah,” katanya.
Meski demikian, Satgas terkait tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi para siswa serta menelusuri kemungkinan penyebab kejadian ini. “Kita masih dalami, apakah dari proses pengolahan, penyajian, atau kemungkinan makanan yang sudah tidak layak konsumsi. Semua itu menunggu hasil lab,” tambahnya.
Penyedia Makanan dan Imbauan Pemerintah
Untuk diketahui, penyedia makanan MBG di lokasi tersebut berasal dari SPPG yang beroperasi di Cilegon dengan informasi kepemilikan oleh Irfan Ali Hakim. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari investigasi, sembari memastikan pengawasan terhadap kualitas makanan program MBG akan diperketat di masa mendatang.
Sumber: rubrikbanten.com (21/04/2026)