Bagian dari Operasi Ketupat 2026
Polri membuka layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran 2026. Program ini disebut sebagai bagian dari Operasi Ketupat 2026 untuk memberi rasa aman bagi warga yang meninggalkan rumah selama periode mudik.
Wakil Kepala Kepolisian RI, Komjen Pol Dedi Prasetyo, menyampaikan bahwa masyarakat bisa menitipkan kendaraan di kantor polisi setempat selama mudik berlangsung. “Polri juga memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik,” ujarnya.
Selain itu, hotline 110 turut dioptimalkan untuk menerima pengaduan dan laporan darurat selama masa Lebaran.
161 Ribu Personel Disiagakan
Operasi Ketupat digelar pada 13–25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel dan 2.746 posko pengamanan. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan sekitar 143,9 juta pemudik, terlebih karena tahun ini beririsan dengan libur Nyepi.
Rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone disiapkan di sejumlah titik strategis.
Kolom Komentar Dipenuhi Nada Sinis
Alih-alih disambut positif, berita mengenai layanan ini yang diunggah akin Instagram @fakta.indo (5/3/2026) ini justru memancing gelombang komentar bernada sindiran di media sosial.
Akun @teguh_priadi_ menulis singkat, “Anda sopan, saya curiga,” yang langsung mendapat ratusan tanda suka.
Sementara akun @rafif_7399 menimpali, “Pas mau ambil nanti malah dipalak.”
Keraguan juga datang dari @viaanramadhann_ yang menulis, “Udah pasti ribet ntah pas mau nitip atau pas ngambil motornya.” sindirnya.
Sementara @f.ryan7_atm mempertanyakan kemungkinan biaya tambahan, “Ada biaya administrasi gak pak.”
Nada serupa muncul dari @alifvroh yang berkomentar, “Meanwhile: ada kali buat kopi-kopi kali mah, izin.”
Ada pula respons ringan namun menyiratkan keengganan terhadap layanan ini, seperti dari @doyanmakanjeh yang menulis, “Males bgt gw mah,” disertai emoji tertawa.
PR Besar Soal Kepercayaan Publik
Program penitipan kendaraan ini dirancang sebagai langkah preventif agar warga lebih tenang saat mudik. Namun derasnya komentar sinis menunjukkan bahwa persoalan kepercayaan publik masih menjadi tantangan besar.
Di tengah pengerahan ratusan ribu personel dan ribuan posko pengamanan, respons warganet memperlihatkan bahwa rasa aman bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal keyakinan masyarakat terhadap pelaksanaannya.
