Seorang pemudik berusia lanjut yang diketahui bernama Asrul (72 tahun) mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan saat melakukan perjalanan mudik dari Bekasi menuju Padang.
Dalam wawancara eksklusif dengan Kumparan, Asrul menceritakan pengalamannya di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, pada Minggu (15/3) malam, di mana ia diminta membayar tiket penyeberangan senilai Rp 80.000, sementara harga tiket yang tertera hanya Rp 45.000.
Modus Oknum untuk Membantu
Asrul menjelaskan, "Masalahnya gini, saya dari ujung ke ujung muter-muter, pas di pintu (loket pemeriksaan tiket), ditanya 'Pak hp bapak mana?', ga punya saya bilang, dibantuin sama dia (beli tiketnya), berapa pak? Rp 80 ribu kata dia." Kejadian ini menunjukkan adanya praktik tidak transparan dalam penjualan tiket, yang bisa merugikan pemudik, terutama bagi mereka yang tidak familiar dengan teknologi.
Setelah mengetahui bahwa harga yang seharusnya dibayar hanya Rp 45.000, Asrul tidak tinggal diam dan memprotes kepada petugas yang lain.
Tanggapan Pihak PT ASDP Ferry
Menanggapi keluhan tersebut, pihak PT ASDP Indonesia Ferry mengembalikan selisih uang yang dibayarkan dan memastikan tiket tetap berlaku untuk perjalanan.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Umar Imran Batubara, memohon maaf atas kejadian tersebut dan berjanji akan meningkatkan pengawasan di pelabuhan.
Tindakan Tegas kepada Oknum Petugas
Dalam upaya mengatasi masalah ini, ASDP telah menonaktifkan oknum petugas yang terlibat dalam insiden tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Umar juga menyarankan agar masyarakat membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi atau kanal resmi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Harapan untuk Pelayanan yang Lebih Baik
Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait, terutama dalam meningkatkan pelayanan kepada pemudik.
Diharapkan, dengan adanya perubahan dan pengawasan yang lebih ketat, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan, terutama di momen-momen penting seperti mudik.
Harapan ini sejalan dengan upaya pemerintah dan perusahaan penyedia layanan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para pemudik di Indonesia.
Sumber: IG/kumparancom (17/3/2026)