Dua Kubu Klaim Sebagai Ketua Karang Taruna Kota Cilegon
Organisasi Karang Taruna Kota Cilegon kini disinyalir berada di ambang perpecahan setelah terpilihnya dua sosok yang mengklaim sebagai ketua.
Edi Firmansyah, yang diangkat sebagai ketua oleh Walikota Robinsar pada 12 Desember 2025, kini harus siap hadapi kubu Ahmad Aflahul Aziz, yang terpilih dalam temu karya ulang yang digelar oleh Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT).
Awal Mula Konflik dan Munculnya Kubu Baru
Konflik ini berawal dari hasil Temu Karya Karang Taruna (TKKT) yang dianggap tidak sah oleh PNKT, yang kemudian menunjuk Kenny Novandri sebagai Careteker untuk menyelesaikan masalah ini.
Pada temu karya ulang yang berlangsung di Kota Serang pada 2 Maret 2026, Ahmad Aflahul Aziz terpilih secara aklamasi sebagai ketua baru.
Komentar Warga di Media Sosial
Akun facebook Babe Banten mengunggah pemberitaan mengenai dualisme ini. Sehingga menarik perhatian netizen, di mana akun "Nino Noefiyaendi" mempertanyakan, "Orentasi y apa sampe jd dualisme apa akan berdampak mengurangi pengguran di kalangan kepemudaan," menunjukkan kekhawatiran tentang dampak organisasi terhadap pengangguran di kalangan pemuda.
Di sisi lain, akun "Mua Fakurr" menyemangati situasi dengan humor, menulis, "Ngekek euy, semonone. 🤣." (red: Ketawa euy, segitunya)
Sindiran Warga Hingga Dugaan Dominasi Partai Tertentu
Tidak semua komentar bersifat positif. Akun "Dodi Menolak Sadar" mengungkapkan ketidakpuasan dengan menyatakan, "Organisasi kaga kepake di cilegon," tulisnya singkat.
Sedangkan akun "Zidan Ahmad" mengkritik, "KEPENTINGAN GERINDA HAUS KEKUASAAN, SEGALA CARA DI HALALKAN. SINDROM KEKUASAAN," mengindikasikan adanya kepentingan politik di balik dualisme kepemimpinan ini.
Pertanyaan akan Dampak Sosial
Sementara itu, "Aran Names" mengekspresikan skeptisisme, "Napsu uwong kuen temenane lake ujunge ye pade ore inget mati bue 🤣 demen amat sekabeh ning picis haram," menggarisbawahi rasa pesimis terhadap masa depan organisasi.
Akun "Odink" menambahkan, "Siji bae lake fungsi ne ape maning loro, Trus sape sing milih jd ketua karang Taruna," menunjukkan kebingungan masyarakat terkait kepemimpinan yang ada.
Tantangan Karang Taruna Cilegon
Perpecahan ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan masyarakat, dan menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh organisasi pemuda dalam menjaga kesatuan dan tujuan mereka.
Dengan terpilihnya dua ketua, Karang Taruna Kota Cilegon kini harus segera menemukan jalan keluar untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat tanpa terjebak dalam konflik internal yang berkepanjangan.
Sumber: FB Babe Banten (4/3/2026)