
Banjir Melanda Perumahan Metro Cilegon
Pemerintah Kota Cilegon telah mengadakan rapat untuk membahas bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah kota ini pada hari Minggu, 8 Maret 2026. Rapat tersebut berlangsung di Rumah Dinas Walikota Cilegon pada hari Senin, 9 Maret 2026, sehari setelah kejadian banjir yang mengkhawatirkan.
Rapat Penanganan Banjir
Rapat yang dipimpin oleh Walikota Cilegon, Robinsar, turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN). Banjir yang terjadi pada akhir pekan lalu diketahui paling parah melanda Perumahan Metro, di mana ratusan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
Respons Walikota Cilegon
Walikota Robinsar mengungkapkan bahwa rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah penanganan terhadap banjir di Perumahan Metro Cilegon. “Rapat perihal dampak banjir melibatkan MMS (PT Marga Mandala Sakti selaku pengelola Tol Tangerang Merak), melibatkan BBWSC3, Dinas PUPR dan juga BPJN,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa banjir di wilayah Metro berkaitan erat dengan sistem pembuangan air yang mengarah ke Tol. “Ada gorong-gorong itu potensi menghambat, sekalipun di hulunya luas, kalau di hilirnya sempit kan menghambat, air nunggu (masuk gorong-gorong Tol),” papar Robinsar. Untuk itu, ia meminta PT MMS untuk melakukan pelebaran dan penambahan gorong-gorong di sekitar perumahan tersebut.
Masalah Gorong-Gorong dan Hujan Ekstrem
Robinsar menjelaskan bahwa saat ini hanya terdapat dua gorong-gorong di jalur Tol Tangerang Merak dengan ukuran lubang yang tidak memadai. “Kalau kemarin memang BMKG mengkonfirmasi hujan ekstrem dalam 3 jam. Intinya apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Pelebaran kali di Metro memungkinkan kita lakukan, tapi kalau ujungnya kecil kan percuma,” ucapnya.
Dengan memperhatikan kondisi ini, Pemkot Cilegon berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan banjir di berbagai daerah lainnya.
Sumber: bantenraya.com (11/03/2026)