Banjir Kembali Melanda Sambirata Cilegon: 180 KK Terdampak Akibat Drainase Sempit

Banjir Melanda Sambirata, Cilegon

Jumat pagi, 6 Maret 2026, sebanyak 180 kepala keluarga (KK) atau sekitar 370 jiwa di tujuh Rukun Tetangga (RT) di Lingkungan Sambirata, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon mengalami banjir. 

Salah satu penyebab utama dari bencana ini adalah sempitnya saluran drainase di kawasan tersebut, yang menyebabkan air meluap ke permukiman warga.

Informasi Awal dari BPBD

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon, Zilyasri, memberikan penjelasan terkait insiden banjir tersebut. Pihaknya menerima laporan mengenai kejadian ini dari seorang anggota Polsek Cibeber sekitar pukul 05.45 WIB.

“Namun, air mulai menggenangi permukiman warga sejak pukul 05.00 WIB,” ungkap Zilyasri kepada media.

Penyebab dan Dampak Banjir

Menurut Zilyasri, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak dini hari berkontribusi memperburuk kondisi drainase yang sempit, sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik dan akhirnya meluap ke permukiman. “Ketinggian air kurang lebih mencapai satu meter. Banjir menggenangi tujuh RT di Sambirata,” ujarnya.

Keberuntungan di Tengah Bencana

Beruntung, meskipun banjir ini hampir selalu terjadi saat hujan deras di daerah tersebut, insiden kali ini tidak menimbulkan korban jiwa. Saat ini, kerugian akibat kejadian ini masih dalam tahap pendataan.

“Kondisi saat ini memang masih ada genangan, tetapi mulai surut sedikit demi sedikit,” tutup Zilyasri.



Sumber: bantennews.co.id (06/03/2026)
Produk Sponsor