Warga Cilegon Pertanyakan Etika Penagihan Angsuran, Geruduk Kantor PNM Mekaar Syariah

Kekesalan Nasabah Terhadap Petugas PNM Mekaar

CILEGON, KM – Seorang ibu yang merupakan nasabah di Cilegon menyampaikan rasa frustrasinya terhadap petugas dari Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, yang berlokasi di Komplek BPI Kelurahan Panggungrawi Kecamatan Jombang. Kekesalan tersebut muncul setelah ia merasa petugas menagih angsuran dengan cara yang tidak etis melalui sambungan telepon, menggunakan nada tinggi.

Menanggapi Perlakuan Tidak Ramah

Dalam penjelasannya, ia mengungkapkan, “Biasanya yang nagih itu bukan dia, dia itu kabar nya petugas baru dan atasan di Koperasi Mekaar, tapi kok saat ditelpon cara menagih nya dengan nada tinggi, gak ramah, padahal saya ini nasabah rutin di Koperasi itu.”

Warga yang enggan menyebutkan namanya itu juga menambahkan bahwa angsuran yang harus dibayarnya belum jatuh tempo. Ia mengaku saat ingin mentransfer dana, mini market yang ia datangi sedang dalam pergantian shift.

“Saya minta waktu sampai sore, dan saya bilang kalau mau cepet, saya suruh datang ke rumah, eh malah jawab dengan nada tinggi, saya sempat adu argumen sama dia,” jelasnya.

Konfrontasi Dengan Petugas

Warga tersebut mengungkapkan bahwa saat memberitahukan petugas bahwa suaminya adalah pengurus di lembaga kemasyarakatan, petugas itu menjawab dengan nada menantang. “Dia bilang kalau dia tidak takut sama orang lembaga, malah suami saya diminta datang ke kantornya untuk bertemu dengan dia,” tuturnya.

Suami dari nasabah yang juga pengurus Ormas LPK – MP Mada Cilegon, Sohari, langsung menuju kantor PNM Mekaar untuk mencari penjelasan dari pimpinan dan petugas yang bersangkutan. “Kata istri saya petugas ini pun sempat bilang kalau dia gak takut sama lembaga, ya saya datangi kantor nya, karena selain kurang beretika petugas ini sudah nantangin,” ungkap Sohari.

Menunggu Tindakan dari PNM Mekaar

Namun, saat Sohari tiba di kantor, pimpinan PNM Mekaar tidak ada di tempat. Ia menyatakan bahwa ia menunggu itikad baik dari manajemen PNM Mekaar. “Saya tunggu itikad baik mereka untuk meminta maaf dan langsung datang ke rumah saya, kalau tidak saya akan perpanjang persoalan ini, kalau menagih itu ya dengan cara yang sopan, ramah, itu kan tidak baik,” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PNM Mekaar, meskipun pihak media telah berusaha menghubungi melalui telepon dan WhatsApp namun belum mendapat respon.




Sumber: krakataumedia.com (21/02/2026)
Produk Sponsor