Di tengah tantangan yang dihadapi oleh kota Cilegon, satu gagasan inovatif muncul untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, akun Facebook warga bernama M Ibrohim Aswadi memaparkan ide desain penataan dan penanggulangan banjir yang terintegrasi, yang diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat.
Gagasan Warga Cilegon untuk Solusi Banjir
Pada Senin, 16 Februari 2026, Ibrohim menjelaskan, "Ide dan gagasan desain penataan dan penanggulangan banjir ciwandan - cilegon, guna daya dukung dan daya tampung debit air larian dari wilayah hulu, dengan konsep penataan secara terintegrasi sungai dan kali." Ia menekankan pentingnya pelebaran dan pendalaman sungai dari hulu hingga hilir, serta pembangunan Long Water Stored (LWS) di wilayah tengah jalan utama Cilegon-Anyer.
Menurutnya, solusi ini tidak hanya akan mengurangi potensi banjir, tetapi juga menciptakan ruang terbuka hijau (RTH), lahan resapan air, serta pagar pembatas industri yang tertata rapi. "Semua ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih indah dan nyaman, sehingga air dapat mengalir bebas ke laut lepas," tambahnya.
Respon Masyarakat Terhadap Gagasan Ini
Namun, tidak semua warga sepakat dengan ide tersebut. Di kolom komentar, Kang Mabsuti San'i menyampaikan keprihatinan, "Kalau cuma begitu akan tetap banjir. Harusnya jembatan-jembatan kali yang ada harus ditinggikan, dan kali-kali yang ada juga harus diperlebar." Ia menyoroti bahwa tanpa adanya peninggian jembatan dan pelebaran kali, banjir tetap akan menjadi ancaman.
Ahmad Sudrajat juga memberi catatan kritis, ia menulis, "Mikir panjang industri buat seperti ini. Pemkot Cilegon juga sama mikirnya panjang banget. Karena modelnya enggak pas dengan kontur layoutnya tanah dan bangunan di sekitar pabrik tersebut." Ungkapan ini menunjukkan betapa kompleksnya perencanaan yang dibutuhkan untuk menyesuaikan desain dengan kondisi lapangan yang ada.
Di sisi lain, Pak Kiki mempertanyakan kesediaan para pengusaha, "Bersediakah Pabrik/Pengusaha di pinggir jalan itu tanahnya diambil untuk pelebaran jalan tanpa ganti rugi?" Pertanyaan ini mencerminkan ketidakpastian dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan rencana tersebut, terutama terkait dengan kepentingan industri yang beroperasi di sekitar wilayah itu.
Acung Mansyur mengekspresikan rasa frustrasinya dengan nada humor, "Boro-boro mau dibuat selokan besar, pabrik saling meninggikan pager, selokan kecil mampet banget, bisa gila." Ungkapan ini mencerminkan kondisi nyata yang dihadapi warga sehari-hari, di mana pengelolaan saluran air yang buruk berkontribusi pada masalah banjir yang semakin parah.
Analisis Kritis Penataan Lingkungan
Gagasan M Ibrohim Aswadi menunjukkan bahwa ada kesadaran akan pentingnya penataan lingkungan yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Namun, kritik yang muncul dari masyarakat menggambarkan realitas bahwa solusi teknis tidak bisa diimplementasikan tanpa mempertimbangkan kondisi fisik dan sosial yang ada.
Penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan untuk melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan, serta memastikan bahwa solusi yang diusulkan benar-benar menyentuh solusi atas kendala yang kerap dihadapi warganya.
Sumber: M Ibrohim Aswadi, Facebook, 17 Februari 2026