
Stok Minyakita di Cilegon Menjadi Langka
Dalam inspeksi mendadak di Pasar Blok F Cilegon, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menemukan bahwa stok Minyakita semakin sulit ditemukan.
Peninjauan ini dilakukan menjelang bulan puasa Ramadhan pada Kamis, 12 Februari 2026, oleh Kepala Disperindag bersama Kepala UPTD Pasar Blok F.
Informasi dari Pedagang
Salah satu pedagang Minyakita, Enah, mengungkapkan bahwa kelangkaan stok sudah dirasakan sejak dua minggu terakhir. “Sudah lama ini kosong stoknya, ya dari 2 minggu yang lalu sudah langka stoknya,” ujarnya. Meskipun demikian, ia tidak mengetahui pasti penyebab kelangkaan tersebut dan merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi dari agen. “Dari agen bilangnya kosong terus stoknya, saya sama pedagang lain juga ga tau kenapa,” imbuhnya.
Menurut Enah, agen Minyakita tidak memberikan kepastian kapan stok akan kembali tersedia. “Ya dari agen itu bilangnya nanti diinformasikan lagi, bilangnya minggu depan terus tapi tetap ga ada lagi stoknya,” jelasnya.
Biasanya, ia mengambil 20 dus Minyakita untuk persediaan satu minggu, namun kini harga satu dus mengalami kenaikan akibat kelangkaan. “Biasanya satu dus itu Rp 205 ribu, tapi sekarang karena langka harganya bisa Rp 215 ribu. Ya harga mahal juga saya ambil saja karena butuh,” ungkapnya.
Dugaan Penyebab Kelangkaan Stok
Kepala Disperindag Cilegon, Didin S Maulana, menjelaskan bahwa kelangkaan stok Minyakita disebabkan oleh adanya perubahan peraturan. “Penyebab ga ada aturan baru bahwa saat ini pembelian Minyakita harus melalui Bulog, tidak melalui tahapan lain,” tegasnya. Untuk dapat melakukan pemesanan di Bulog, para pedagang diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) terlebih dahulu.
“Stok Minyakita di Bulog itu banyak, tapi pembeli diharuskan memiliki NIB terlebih dahulu. Tadi saya tanya masih ada beberapa belum punya NIB,” tambahnya.
Didin menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memeriksa ketersediaan stok Minyakita. “Nanti kita cek dulu stok Minyakita, kalau masih ada nanti saya koordinasi dengan DPMPTSP untuk menginput NIB supaya bisa segera daftar ke Bulog,” pungkasnya.
Sumber: bantenraya.com (12/02/2026)