Walikota Cilegon Syukuri Pembengkakan Silpa 2025 Melebihi Target yang Ditetapkan

Pemerintah Kota Cilegon mengumumkan bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) untuk tahun 2025 mencapai sekitar Rp80 miliar. Angka ini dianggap sebagai indikasi dari upaya penghematan anggaran yang berhasil dilakukan oleh pemerintah daerah. Meskipun demikian, pencapaian ini juga menimbulkan keprihatinan, karena SILPA yang bengkak jauh di atas target awal yang hanya sebesar Rp40 miliar.

Keberhasilan yang Dipertanyakan

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menjelaskan bahwa surplus anggaran ini muncul akibat pendapatan yang melebihi ekspektasi dan efisiensi dalam pengeluaran. 

Namun, pertanyaan muncul mengenai fakta bahwa angka SILPA tersebut meleset dari rencana semula, yang mengindikasikan adanya program-program yang tidak bisa diselesaikan tepat waktu.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan konsistensi dalam pengelolaan anggaran. Sebelumnya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengajukan pengurangan anggaran hampir Rp140 miliar kepada DPRD, mengklaim bahwa target pendapatan daerah tidak akan tercapai. Kini, dengan hasil akhir menunjukkan surplus, banyak yang meragukan manajemen keuangan yang efektif.

Reaksi Walikota Cilegon

Walikota Cilegon, Robinsar, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian SILPA yang lebih tinggi dari target. Dalam pidato di depan pegawai negeri, ia menekankan pentingnya menjaga semangat efisiensi dalam pengelolaan anggaran. 

Pernyataan ini menunjukkan usaha pemerintah untuk tetap optimis di tengah tantangan yang dihadapi, terutama terkait dengan pemotongan transfer keuangan daerah sebesar Rp235 miliar di tahun yang akan datang.

Bagi Robinsar, capaian ini mencerminkan kerja keras seluruh pihak di lingkungan Pemkot Cilegon dalam menjaga pengeluaran agar tetap terkendali dan memfokuskan anggaran pada kegiatan penting. Meskipun demikian, tantangan keuangan yang akan datang memerlukan perhatian dan strategi yang lebih mateng untuk menghindari defisit di masa depan.

Kesadaran akan kebutuhan anggaran yang lebih efisien menjadi sangat krusial di tengah realitas pemotongan tersebut.

Tantangan di Tahun 2026

Tahun 2026 diprediksi akan menghadapi berbagai tantangan baru, dan Walikota Cilegon mengingatkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Dengan adanya pengurangan transfer keuangan yang signifikan, upaya efisiensi akan menjadi kunci untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin muncul. Ketidakpastian ini menyiratkan perlunya strategi keuangan yang lebih adaptif.

Selain itu, pemerintah kota perlu memastikan bahwa program-program yang sudah direncanakan bisa terlaksana dengan baik tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada masyarakat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri di saat anggaran semakin tertekan oleh keputusan yang diambil di tingkat pusat.

Keterbukaan terhadap isu-isu ini menjadi penting agar masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah berdasarkan transparansi anggaran yang ada.


Harapan Publik

Melihat hasil SILPA yang mengesankan pada 2025, tantangan nyata terletak pada konsistensi manajemen keuangan yang ada. Hal ini membuka ruang untuk evaluasi ketercapaian program-program yang direncanakan serta pengelolaan anggaran ke depan. 

Keberhasilan yang diraih saat ini harus digunakan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, pendapat publik dan akuntabilitas harus tetap dijadikan prioritas agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat terjaga. Pengelolaan anggaran yang baik bukan hanya tentang angka, tetapi juga bagaimana anggaran tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama di masa-masa sulit yang akan datang.

Sumber: www.bantennews.co.id (07/01/2026)
Produk Sponsor