
Peninjauan Langsung di Lokasi
Sore itu, Robinsar langsung bergerak ke titik banjir setelah mendapatkan laporan mengenai situasi terkini di Kecamatan Ciwandan. Hujan yang turun deras sejak awal sore dianggap sebagai penyebab utama banjir yang melanda jalan-jalan strategis, terutama di ruas Jalan Lingkar Selatan.Ditemani oleh beberapa pejabat terkait, termasuk Kepala BPBD, sang walikota memantau langsung dampak dari curah hujan yang tinggi terhadap aktvitas kehidupan sehari-hari warga setempat.
Faktor Cuaca Mengganas
Cuaca yang tak bersahabat selama beberapa hari terakhir turut memperburuk kondisi di Ciwandan. Robinsar menuturkan bahwa selain tingginya intensitas hujan, pasang air laut juga berkontribusi memperlambat aliran air menuju laut.Menurut informasi dari BMKG, pada tanggal tersebut di Kota Cilegon memang diperkirakan terjadi intensitas curah hujan tinggi, diperparah oleh kondisi pasang laut yang menyulitkan air untuk teralirkan dengan cepat.
Prediksi BMKG dan Dampaknya
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika telah memprediksi bahwa pada 2 Januari 2026, beberapa daerah di Banten, termasuk Cilegon, akan mengalami puncak curah hujan. Peningkatan volume hujan ini, bersamaan dengan pasang air laut yang menghambat pembuangan air, memperburuk situasi banjir di wilayah tersebut.Dengan kondisi laut yang tidak mendukung, air yang seharusnya mengalir ke laut justru kembali berbalik karena terhalang.
Imbauan dan Antisipasi Pemerintah
Melihat situasi yang berkembang, Robinsar mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Ia mendesak warga di Ciwandan dan daerah lainnya di Cilegon untuk mengantisipasi potensi banjir yang lebih buruk.Pemerintah kota juga terus berupaya mengatasi genangan air dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan memastikan sistem drainase berfungsi optimal untuk menyalurkan air secepat mungkin.
Warga diingatkan untuk mengikuti perkembangan cuaca dan ancaman bencana yang mungkin terjadi.
Sumber: krakataumedia.com (02/01/2026)
Sumber: krakataumedia.com (02/01/2026)