
Ditengah munculnya harapan baru, masyarakat Cilegon menyambut langkah konkret dari pemerintah kota dalam memperbaiki infrastruktur yang telah lama terabaikan.
Langkah ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap aksesibilitas bisa menjadi prioritas di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi.
Kebangkitan semangat peningkatan kualitas jalan di Cilegon, terutama di Kelurahan Purwakarta, mencerminkan era baru dalam pelaksanaan program pembangunan di daerah tersebut.
Pembenahan Infrastruktur Diawali dari Purwakarta
Baru-baru ini, Pemkot Cilegon menerima apresiasi dari masyarakat terkait perbaikan jalan di Kelurahan Purwakarta, Kecamatan Purwakarta. Mengutip pemberitaan dari krakataumedia.com (09/01/2026), warga mengungkapkan rasa terima kasih mereka karena jalan yang menghubungkan Lingkungan Cigiceh hingga perbatasan dengan Desa Wanakarta, Kabupaten Serang, telah lama berada dalam kondisi memprihatinkan.
Salah satu warga, Deni, mengekspresikan kegembiraannya, "Terima kasih banyak Pak Wali, selama 15 tahun ini jalan jelek, sekarang sudah bagus." Ia menambahkan bahwa perbaikan jalan sangat mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Program Prioritas Pemkot di 2026
Wali Kota Cilegon Robinsar memberikan penjelasan mengenai program perbaikan yang sedang dilaksanakan.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Cilegon akan secara bertahap membangun akses jalan lingkungan, yang menjadi salah satu agenda prioritas di tahun ini. "Hari ini kita di Kelurahan Purwakarta meninjau jalan yang alhamdulillah sudah bisa dilalui," ujarnya, menekankan pentingnya kenyamanan infrastruktur bagi masyarakat.
Robinsar mengungkapkan bahwa upaya perbaikan jalan tidak akan berhenti di Purwakarta saja. "Jadi Insya Allah masyarakat Cilegon, harap bersabar. Insya Allah yang lain, di titik lain yang rusak juga Insya Allah akan kita segera perbaiki," ujar Wali Kota, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas jalan di seluruh wilayah Cilegon.
Komitmen Perbaikan yang Merata
Di tengah antusiasme masyarakat, Robinsar menuturkan bahwa Pemkot Cilegon akan melakukan pendataan jalan-jalan lain yang membutuhkan perbaikan. "Butuh proses, butuh waktu. Insya Allah kita sedang pendataan juga," ungkapnya, sembari meminta masyarakat untuk bersabar dalam menunggu perbaikan menyeluruh.
Dengan berbagai upaya yang tengah direncanakan, harapan akan jalan yang layak di Cilegon tampaknya semakin mendekati kenyataan. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan bahwa semua wilayah mendapatkan perhatian yang sama.
Tantangan Pendataan dan Eksekusi
Walaupun langkah Pemkot Cilegon dalam memperbaiki infrastruktur patut diapresiasi, muncul pertanyaan mengenai keadilan dalam distribusi perbaikan.
Seberapa cepat dan efektifkah pemkot dalam mendata dan merespons kebutuhan infrastruktur di berbagai titik? Apakah janji untuk memperbaiki jalan di seluruh Cilegon akan dapat direalisasikan sesuai harapan masyarakat?
Sebagai bagian dari publik, masyarakat memiliki hak untuk ikut mengawal transparansi dalam proses ini.
Bagaimana Pemkot akan menjamin bahwa semua kebutuhan masyarakat akan aksesibilitas dan kenyamanan dijawab dengan baik? Diskusi ini perlu dilanjutkan agar tidak ada suara yang terabaikan dalam pembangunan kota yang lebih baik.
Sumber: krakataumedia.com (09/01/2026)