Wali Kota Bersama Ketua DPRD dan Kapolres Tinjau Beberapa Titik Banjir di Cilegon, Alat Berat Hari Ini Dikerahkan


Banjir yang melanda Kota Cilegon kembali menyisakan keprihatinan bagi warganya. Hanya berselang beberapa hari setelah banjir di awal tahun. 

Salah satunya, di Lingkungan Sambirata yang berada di wilayah Kecamatan Cibeber, banjir menggenangi pemukiman yang memaksa 450 warga setempat untuk mengungsi.


Wali Kota Tinjau Lokasi Banjir Hingga Larut Malam

Dalam suasana yang penuh keprihatinan ini, Wali Kota Cilegon, Robinsar, tidak tinggal diam. Pada malam Minggu, 12 Januari 2026, ia turun langsung meninjau kondisi para korban.

Bersama Ketua DPRD Kota Cilegon dan Kapolres Cilegon beserta jajaran, Robinsar menyusuri permukiman warga yang terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, tampak Wali Kota berdialog langsung dengan beberapa warga, mendengarkan aspirasi mereka, serta membagikan nasi bungkus sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi sulit yang mereka hadapi.

Saat ditemui di lokasi, Robinsar menyampaikan, “Tadi kita kumpul di Sambirata sini, tapi kita juga muter ke beberapa titik banjir yang ada di Kota Cilegon.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa penanganan bencana ini tidak hanya terfokus di satu titik, melainkan meluas ke lokasi-lokasi lain yang juga terkena dampak.


Langkah Cepat Mitigasi, Alat Berat akan Dikerahkan

Robinsar menegaskan, langkah mitigasi akan segera dilakukan mulai dari tingkat RT, RW hingga pemerintah kecamatan.

“Besok kita akan mitigasi. Dari RT, RW, pak lurah dan pak camat, kebutuhannya TPT dan juga pengangkatan segmen. Insyaallah besok kami sudah mulai menurunkan alat-alat berat dan dump truck,” jelasnya, menandakan keseriusannya dalam menangani masalah ini.

Lebih dalam lagi, Robinsar memberikan informasi tentang data tanggul-tanggul yang jebol akibat banjir. “Ada beberapa tanggul yang jebol, sudah kita data dan evaluasi. Wilayah yang jebol-jebol itu segera dilakukan perbaikan untuk meminimalisir banjir,” ujarnya. Tindakan reaktif semacam ini tentu sangat dibutuhkan untuk mencegah bencana serupa di masa depan.


Pendirian Dapur Umum Bersama PMI

Dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Pemkot Cilegon juga tengah menyiapkan dapur umum. “Dapur umum sedang kita koordinasikan dengan PMI dan Baznas. Malam ini makanan agar bisa didistribusikan ke masyarakat, sambil nanti kita lihat kondisi besok,” tambah Robinsar. 

Langkah ini menunjukkan adanya kesigapan pemerintah dalam memberikan bantuan kepada warganya yang terdampak.

Namun, saat ditanya mengenai rencana pelebaran sungai, Robinsar menekankan perlunya kajian menyeluruh. Ini menunjukkan bahwa penanganan masalah banjir tidak bisa sembarangan, melainkan perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih ilmiah dan berkelanjutan.


Harapan Warga atas Solusi Banjir

Keberanian dan perhatian Wali Kota Cilegon dalam meninjau langsung lokasi bencana adalah langkah positif, namun tantangan besar masih menanti. Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi bencana serupa di masa depan, perbaikan infrastruktur yang menyeluruh dan pendekatan berbasis data akan menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir yang semakin sering terjadi.

Keberadaan dapur umum dan langkah-langkah mitigasi yang cepat menjadi harapan bagi para korban, tetapi semua itu harus ditunjang dengan perencanaan yang matang agar dampak banjir dapat diminimalisir di masa mendatang. 

Masyarakat berharap, langkah konkret dan berkelanjutan akan segera diambil Pemerintah demi penanganan banjir yang disebut-sebut sudah menjadi langganan.

Sumber: @fakta_banten di Instagram, 12 Januari 2026 
Produk Sponsor