
Langkah ini diambil setelah adanya pertemuan penting dengan Wakil Wali Kota, Fajar Sidik, yang menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi dalam mengatasi isu kesehatan masyarakat ini.
Inisiatif untuk Mengatasi Stunting
Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat lokal. Dengan melibatkan orang tua, tenaga kesehatan, dan pendidik,Sahabat Yatim Indonesia berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi pertumbuhan anak-anak.
Stunting, yang sering diakibatkan oleh kekurangan gizi, dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan kognitif dan fisik anak, sehingga penanganannya menjadi prioritas.
Peran Wakil Wali Kota Dalam Mendukung Program
Fajar Sidik, sebagai Wakil Wali Kota Cilegon, menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung inisiatif seperti ini. Dia berkomitmen untuk menyediakan sumber daya dan fasilitas yang diperlukan demi tercapainya tujuan program.Dalam pertemuan tersebut, dia juga menyoroti keterlibatan aktif masyarakat sebagai kunci keberhasilan upaya ini.
"Kita perlu bersinergi untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Melibatkan Masyarakat untuk Keberhasilan Program
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian integral dari strategi yang dirancang dalam program ini. Sahabat Yatim Indonesia merencanakan berbagai kegiatan, seperti pelatihan bagi orang tua tentang pemberian makanan bergizi dan pemeriksaan kesehatan rutin bagi anak-anak.Dengan pendekatan yang melibatkan semua lapisan masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya gizi yang baik dapat terus meningkat, sehingga masalah stunting dapat teratasi secara kolektif.
Harapan untuk Masa Depan Anak-Anak Cilegon
Dengan peluncuran program ini, diharapkan akan ada perubahan positif yang terlihat dalam kesehatan anak-anak di Cilegon. Upaya bersama yang diprakarsai oleh Sahabat Yatim Indonesia dan dukungan dari pemerintah setempat memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak.Pengurangan angka stunting bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi memerlukan kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat demi kesehatan generasi mendatang.
Sumber: babebanten.com (06/01/2026)
Sumber: babebanten.com (06/01/2026)