Transformasi Besar Stadion Geger Cilegon, Pemkot Siap Rombak Sebagai Pusat Otomotif yang Terintegrasi


Di tengah upaya pengembangan infrastruktur kota, Pemkot Cilegon mengumumkan rencana ambisius yang bertujuan untuk memperluas lahan Stadion Geger Cilegon. 

Langkah ini tidak hanya sekadar penambahan fisik, tetapi juga mencerminkan visi yang lebih besar untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat olahraga dan otomotif yang berdaya saing.


Perluasan Stadion sebagai Prioritas

Rencana perluasan lahan Stadion Geger Cilegon yang mencakup area seluas 2,8 hektare ini menjadi sorotan publik. Mengutip pemberitaan dari krakataumedia.com (10/01/2026), Plt Sekda Pemkot Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kondisi stadion yang dinilai memerlukan perbaikan dan peningkatan fasilitas.

Aziz menegaskan, “Secara keseluruhan memang ada beberapa fasilitas yang harus kami perbaiki dan lengkapi. Terutama rencana pembebasan lahan di depan stadion yang sampai sekarang masih terputus.”


Kawasan Olahraga dan Otomotif yang Terintegrasi

Lebih lanjut, lahan yang akan dibebaskan diharapkan dapat menjangkau dekat rel kereta api dan digunakan untuk mendukung pengembangan olahraga serta otomotif. “Kurang lebih luasnya 2,8 hektare. Rencananya akan ditembuskan sampai ke dekat rel dan kemungkinan kami akan fasilitasi untuk penggemar olahraga otomotif,” jelasnya.

Aziz juga menambahkan, “Ini juga bagian dari janji politik Wali kota Cilegon terkait otomotif center,” yang menunjukkan bahwa proyek ini tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga pada sektor otomotif yang dapat mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat.


Dukungan dari Komunitas Olahraga

Ketua KONI Kota Cilegon, Irfan Ali Hakim, menyambut baik rencana ini sebagai langkah strategis mendukung prestasi daerah. “Kami dari KONI sangat mendukung. Fasilitas yang memadai adalah kunci peningkatan prestasi atlet. Jika stadion dan kawasan pendukungnya berkembang, atlet-atlet Cilegon akan lebih siap bersaing di level regional maupun nasional,” ucapnya, menggarisbawahi pentingnya infrastruktur dalam pengembangan potensi atlet.

Perencanaan teknis untuk pembebasan lahan ini ditargetkan mulai disusun pada tahun ini, dengan realisasi fisik diproyeksikan dapat dilakukan pada tahun 2028. “Perencanaan anggarannya kami dorong di tahun ini. Mudah-mudahan realisasinya bisa dilakukan pada 2028,” ungkap Aziz.


Pertanyaan Kritis atas Implementasi

Meskipun rencana ini membawa harapan baru bagi perkembangan olahraga dan otomotif di Cilegon, tantangan dalam implementasinya tetap ada.

Bagaimana proses pembebasan lahan akan berjalan, terutama dalam menghadapi potensi protes dari pemilik lahan atau masyarakat yang terdampak? Selain itu, apakah anggaran yang direncanakan cukup untuk mendukung semua rencana pengembangan yang ambisius ini?

Harapan publik untuk melihat Cilegon menjadi pusat olahraga dan otomotif yang berdaya saing tinggi sangat besar, namun kesuksesan akan bergantung pada transparansi dan komunikasi yang baik antara pemkot dan masyarakat.

Apakah semua pihak akan bersinergi untuk mencapai visi besar ini, atau justru akan terhambat oleh konflik kepentingan dan birokrasi yang rumit?


Sumber: krakataumedia.com (10/01/2026) 
Produk Sponsor