
Keberangkatannya ke Jepang untuk tujuan medis mencolok perhatian, terutama saat Cilegon menghadapi masalah banjir yang melanda berbagai wilayah.
Mengingat waktu perjalanan yang bersamaan dengan bencana, respons masyarakat pun beragam, menciptakan dinamika yang lebih dalam dalam konteks kepemimpinan daerah.
Alasan Perjalanan Ke Luar Negeri
Fajar Hadi Prabowo menjelaskan bahwa keberangkatannya ke Jepang pada 18 Desember 2025 adalah untuk menjalani prosedur kesehatan, dengan rencana kembali pada tanggal 30 Desember.Meskipun kunjungannya berfokus pada pemulihan kesehatan, situasi darurat di daerahnya memunculkan kritik terkait ketidakhadiran seorang pemimpin saat masyarakat menghadapi musibah.
Ia menekankan bahwa izin untuk melakukan perjalanan tersebut telah diperoleh dari Kementerian Dalam Negeri, tetapi meminta agar informasi pribadinya tidak dipublikasikan.
Krisis Banjir di Cilegon
Banjir yang melanda Cilegon dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan publik, mempertegas kebutuhan akan kepemimpinan yang solid di tengah bencana.Masyarakat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah setempat, terutama dalam penanganan izin pertambangan yang menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan lingkungan.
Fajar menegaskan pentingnya adanya tinjauan ulang terhadap izin-izin tersebut untuk menghindari situasi serupa di masa depan.
Pengaruh Surat Edaran Kemendagri
Sementara itu, kebijakan Kementerian Dalam Negeri yang mengeluarkan Surat Edaran mengenai penundaan perjalanan luar negeri selama periode libur Natal dan Tahun Baru menempatkan perjalanan Fajar dalam konteks yang lebih kompleks.Meskipun ia mengklaim telah mengantongi izin, keberangkatannya di tengah situasi bencana memunculkan pertanyaan tentang kepatuhan pada arahan pemerintah dan tanggung jawab seorang pemimpin.
Ini memberi sinyal bahwa ada tantangan dalam komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Peran Pemkot Cilegon Pasca Banjir
Setelah kembali dari Jepang, Fajar Hadi Prabowo mengungkapkan niatnya untuk terlibat langsung dalam upaya pemulihan papasca-banjirIa menyerukan kepada seluruh elemen pemerintah daerah untuk bekerja sama dalam menata kembali sektor pertambangan dan infrastruktur yang terdampak.
Pendekatan proaktif dalam manajemen bencana dan penanganan lingkungan menjadi krusial untuk memastikan bahwa Cilegon dapat pulih dari krisis ini dengan lebih baik.
Sumber: www.bantennews.co.id (05/01/2026)
Sumber: www.bantennews.co.id (05/01/2026)