
Di awal tahun 2026, Pemerintah Kota Cilegon mengumumkan perubahan signifikan dalam pendekatan mereka terhadap pengelolaan anggaran yang berfokus langsung pada kebutuhan mendesak masyarakat.
Dalam upaya merevitalisasi infrastruktur dan meningkatkan kualitas hidup di kota ini, perhatian utama akan diberikan kepada tiga isu krusial: perbaikan jalan lingkungan, penerangan jalan, dan penanggulangan banjir.
Ini adalah langkah penting yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendengarkan suara rakyat dan beradaptasi dengan tantangan yang ada.
Fokus Anggaran pada Kebutuhan Masyarakat
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan bahwa perhatian terhadap tiga program ini adalah langkah strategis dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. "Memang tiga hal itu yang menjadi isu utama atau persoalan yang ada di masyarakat kita hari ini," ujarnya dalam kesempatan yang diadakan pada Rabu (7/1/2026) lalu.
Dalam pernyataannya, Robinsar meminta kepada para ketua kelompok masyarakat (Pokmas) serta lurah dan camat untuk memanfaatkan dana dari program Sarana dan Prasarana Pembangunan Wilayah Kelurahan Jujur, Amanah, Religius dan Berprestasi, atau yang lebih dikenal dengan Saban Juare, untuk fokus pada ketiga isu tersebut.
Mengoptimalkan Penggunaan Dana
Robinsar mengingatkan bahwa alokasi dana Saban Juare harus dimanfaatkan dengan bijak. "Dana tahun depan itu, Saban Juare itu sudah kami buat juknisnya (petunjuk teknis). Jadi jangan ada lagi bikin-bikin gapura, itu bukan tidak manfaat, tapi ada yang lebih urgent (mendesak), ada yang lebih penting," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya mengarahkan anggaran untuk perbaikan jalan rusak dan penerangan di area yang gelap, serta penanggulangan banjir sebagai prioritas utama.
Lebih lanjut, Robinsar mengatakan, "Uang ini jangan sampai buat hura-hura, jangan buat sosialisasi saja, buat makan dan minum saja. Mendingan buat bikin apa, bangun apa, supaya ada wujudnya di masyarakat," menggarisbawahi komitmen untuk menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.
Wali Kota Minta Masyarakat Bersabar
Di tengah upaya tersebut, Wali Kota juga mengungkapkan pentingnya kesabaran dari masyarakat. Ia mengajak warga untuk memahami bahwa pihaknya bersama jajarannya tengah bekerja keras untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. "Karena memang ini amanah tanggung jawab. Sebagai Wali Kota, sebagai pimpinan daerah kami ingin mengoptimalkan semuanya. Hanya mungkin kami minta waktu, minta sabarnya," ujarnya.
Ini menunjukkan bahwa proses penyelesaian masalah mungkin memerlukan waktu, namun ada harapan untuk perbaikan yang lebih baik di masa depan.
Tantangan Implementasi Kebijakan
Sementara upaya pemerintah untuk fokus pada kebutuhan mendasar masyarakat patut diapresiasi, tantangan dalam implementasinya tetap menyisakan pertanyaan. Bagaimana cara memastikan bahwa alokasi dana ini benar-benar menjawab kebutuhan yang mendesak, tanpa terjebak dalam birokrasi yang lambat?
Bisa jadi harapan masyarakat tergantung pada seberapa transparan dan akuntabel pengelolaan dana tersebut. Dengan pengawasan yang ketat, serta partisipasi aktif dari masyarakat, harapan untuk melihat hasil nyata dari program ini bukanlah hal yang mustahil.
Namun, tantangan akan selalu ada, seberapa efektif pemerintah bisa beradaptasi dengan dinamika kebutuhan masyarakat saat ini menjadi kunci untuk keberhasilan atas implementasi kebijakan ini.
Sumber: krakataumedia.com (07/01/2026)